INFOTREN.ID - Prancis harus menerima kenyataan pahit setelah tersingkir dari ajang Piala Dunia, menyusul kekalahan dengan selisih dua gol. Catatan serupa terakhir kali dialami tim berjuluk Les Bleus ini sudah terjadi 16 tahun silam.
Dikutip dari HOTNEWS.ID, kekalahan krusial tersebut terjadi pada babak semifinal, di mana Prancis harus mengakui keunggulan Spanyol. Performa gemilang mereka sepanjang fase grup hingga perempat final tak mampu berlanjut.
Pertandingan semifinal yang berlangsung sengit itu harus berakhir dengan skor 0-2 untuk kemenangan Spanyol. Hasil ini secara efektif menghentikan langkah Prancis dalam perburuan gelar juara dunia.
Dua gol yang dicetak oleh Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro menjadi penentu keberhasilan Spanyol melaju ke partai puncak. Gol-gol tersebut tercipta di momen-momen krusial yang meredam semangat juang tim Prancis.
"La Furia Roja" menunjukkan superioritas dalam mengontrol jalannya serangan Prancis. Penguasaan bola dan kreasi peluang mereka terlihat lebih efektif dibandingkan sang lawan.
Kylian Mbappe dan rekan-rekannya tampak kesulitan untuk menciptakan ancaman berarti ke gawang Spanyol. Hal ini sangat kontras dengan performa impresif mereka di enam pertandingan sebelumnya.
Di laga-laga sebelumnya, timnas Prancis kerap mendominasi penguasaan bola dan berhasil membongkar pertahanan lawan dengan mudah. Namun, di semifinal ini, strategi tersebut tidak berjalan mulus.
"Spanyol menampilkan performa luar biasa dalam mengendalikan lini serang Prancis," demikian tertulis dalam laporan HOTNEWS.ID. Pernyataan ini menyoroti kehebatan taktik dan eksekusi tim Matador.
"Kylian Mbappe dan rekan-rekannya tampak kesulitan menciptakan peluang berarti, berbeda dengan performa impresif mereka di enam pertandingan sebelumnya," lanjut laporan tersebut. Hal ini menunjukkan adanya kendala signifikan dalam lini serang Prancis pada laga krusial ini.