Infotren.id - Sejumlah perwakilan mitra dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pelaku UMKM, koperasi, kelompok tani, dan relawan pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyampaikan keprihatinan atas munculnya berbagai narasi dan pernyataan terkait kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) yang dinilai memicu kebingungan di tengah masyarakat.

Melalui keterangan resmi yang disampaikan kepada media, mereka menilai sejumlah informasi yang berkembang di media sosial, kanal YouTube, televisi, hingga media daring telah menimbulkan ketidakpastian, polemik, dan kesalahpahaman mengenai pelaksanaan Program MBG.

Para mitra dapur menegaskan bahwa UMKM yang terlibat dalam program MBG merupakan bagian dari sektor usaha yang wajib mendapatkan perlindungan negara sesuai ketentuan perundang-undangan, termasuk Undang-Undang Cipta Kerja dan aturan turunannya.

Menurut mereka, pelaku UMKM yang berinvestasi dalam pembangunan dan pengelolaan dapur SPPG bukanlah pihak yang semata-mata mengejar keuntungan. Sebaliknya, mereka telah mengeluarkan modal besar untuk mendukung program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Mereka menyebut keterlibatan ribuan mitra dapur telah berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja baru, melibatkan petani lokal, UMKM pemasok bahan pangan, hingga koperasi yang mendukung rantai pasok program MBG di berbagai daerah.

Soroti Perubahan Kebijakan Dapur 3T

Salah satu isu utama yang menjadi perhatian adalah keberlangsungan investasi pembangunan dapur SPPG di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) yang kini berubah nomenklatur menjadi wilayah terpencil.

Para investor mengaku telah menggelontorkan dana dalam jumlah besar berdasarkan petunjuk teknis dan kebijakan yang sebelumnya diterbitkan BGN. Namun dalam perjalanannya, sejumlah aturan mengalami perubahan, termasuk skema pengembalian investasi yang semula berbasis hasil appraisal menjadi mekanisme insentif sewa dapur.

Perubahan tersebut dinilai menimbulkan keresahan dan ketidakpastian bagi investor yang telah membangun fasilitas dapur di daerah terpencil dengan itikad baik.