DENPASAR, INFOTREN - Cara wisatawan Asia menikmati Bali sedang berubah. Jika dulu banyak turis datang dengan jadwal perjalanan yang sudah diatur agen perjalanan, kini semakin banyak yang memilih menjelajah Pulau Dewata secara mandiri menggunakan sepeda motor.

Fenomena ini terlihat dari meningkatnya minat wisatawan asal India, China, hingga Korea Selatan terhadap layanan sewa motor di Bali. Bagi sebagian wisatawan, kendaraan roda dua dianggap lebih praktis untuk mengakses kawasan wisata populer seperti Kuta, Seminyak, Canggu, Sanur, hingga Ubud.

Namun, tren tersebut juga memunculkan perdebatan. Di satu sisi, motor memberikan kebebasan dan fleksibilitas bagi wisatawan. Di sisi lain, muncul kekhawatiran terkait kemampuan berkendara wisatawan asing yang belum terbiasa dengan kondisi lalu lintas di Bali.

Pendiri Gotravela Indonesia, Alfonso Giostanov Sinantong Pareira, menilai perubahan pola perjalanan wisatawan menjadi salah satu faktor utama meningkatnya permintaan rental motor.

"Dulu banyak wisatawan Asia datang dalam paket tur yang sangat terstruktur. Sekarang mereka lebih suka menentukan sendiri tempat yang ingin dikunjungi dan waktu perjalanan mereka," kata Alfonso.

Menurutnya, tren ini banyak ditemukan pada wisatawan muda, pasangan, solo traveler, hingga pekerja jarak jauh yang tinggal lebih lama di Bali.

Meski demikian, Alfonso mengingatkan bahwa meningkatnya minat terhadap rental motor tidak boleh diartikan bahwa semua wisatawan cocok menggunakan kendaraan roda dua.

"Motor memang memberi kebebasan, tetapi tidak semua orang siap menghadapi kondisi jalan di Bali. Ada wisatawan yang sangat berpengalaman, tetapi ada juga yang baru pertama kali berkendara di lingkungan yang padat dan dinamis," ujarnya.

Perdebatan mengenai penggunaan motor oleh wisatawan asing bukan hal baru di Bali. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai kasus pelanggaran lalu lintas hingga kecelakaan yang melibatkan turis asing kerap menjadi perhatian publik.