INFOTREN.ID - Bus Wisata Bandar Grissee kini menawarkan opsi baru bagi masyarakat dan wisatawan untuk menjelajahi kawasan Kota Tua Gresik dengan cara yang lebih praktis dan terjangkau. Fasilitas bus bertingkat ini dirancang khusus untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi mereka yang ingin menikmati area kota lama tanpa harus kelelahan berjalan kaki.
Armada ini mengoperasikan rute yang melewati berbagai titik bersejarah penting di Kabupaten Gresik, membawa penumpang melintasi jejak peninggalan kolonial Belanda di Bandar Grissee hingga ke area Kampung Arab yang sarat nilai sejarah. Daya tarik utama dari layanan ini adalah kesempatan menikmati pemandangan city tour secara lebih leluasa dari dek atas bus yang berkonsep terbuka, terutama saat sore dan malam hari.
Layanan kendaraan bertingkat ini secara resmi diluncurkan perdana pada hari Sabtu, 20 Januari 2024, dengan fokus utama menyusuri jalur wisata warisan budaya (heritage) di wilayah Kecamatan Gresik. Informasi ini didapatkan berdasarkan data resmi dari Dinas Pariwisata, Kepemudaan, Olahraga, dan Kebudayaan (Disparekrafbudpora) Gresik.
Secara total, daya tampung Bus Wisata Bandar Grissee mencapai 40 tempat duduk, terbagi menjadi 18 kursi di dek bawah yang tertutup dan 22 kursi di dek atas yang terbuka. Untuk menjaga kenyamanan optimal, pengelola membatasi penjualan tiket hanya untuk 34 hingga 35 kursi per sekali perjalanan.
Dek bawah bus didesain tertutup sehingga sangat ramah bagi rombongan keluarga yang membawa anak kecil maupun kalangan lansia. Selain itu, aksesibilitas kendaraan ini juga diperhatikan untuk mempermudah penyandang disabilitas, termasuk tuna rungu, tuna wicara, dan tuna daksa, meskipun mereka diwajibkan mendapat pendampingan selama perjalanan.
Layanan reguler bus ini beroperasi setiap akhir pekan, yaitu hari Sabtu dan Minggu, dengan tiga pilihan jadwal keberangkatan yang dapat dipilih oleh calon penumpang. Bagi rombongan khusus, bus ini juga dapat disewa pada hari kerja, mulai Senin hingga Jumat, antara pukul 07.00 hingga 11.00 WIB, yang memerlukan surat permohonan resmi kepada Disparekrafbudpora Gresik.
Tarif yang ditetapkan sangat terjangkau, yakni sebesar Rp 5.000 untuk wisatawan umum dan Rp 3.000 khusus bagi pelajar, dengan sistem pembayaran yang diwajibkan secara non-tunai melalui pemindaian kode QRIS sebelum naik. Titik keberangkatan dan pemberhentian akhir bus ini terpusat di Pudak Galeri, melewati jalan-jalan utama seperti Jalan Pahlawan, Alun-alun Gresik, dan Jalan KH Agus Salim.
"Kehadiran armada ini ditujukan khusus untuk menyusuri jalur wisata heritage di wilayah Kecamatan Gresik," ungkap pihak terkait dalam keterangan resminya. Pemesanan tempat duduk dapat dilakukan secara daring melalui situs resmi Disparekrafbudpora Gresik, atau calon penumpang dapat membeli langsung di lokasi jika kuota harian belum terpenuhi.
Dilansir dari Detikcom, penumpang diimbau untuk hadir 15 menit sebelum waktu keberangkatan untuk proses registrasi dan absensi. Pengelola juga menetapkan aturan ketat, seperti larangan berdiri saat bus berjalan dan kewajiban membuang sampah pada tempatnya demi menjaga kebersihan lingkungan wisata.