INFOTREN.ID - Fenomena keinginan kuat untuk mengonsumsi camilan atau makanan di tengah malam, khususnya setelah melewati jam tidur normal, merupakan pengalaman yang kerap dirasakan oleh banyak orang.
Kondisi ini ternyata memiliki dasar ilmiah yang kuat, sebagaimana telah diungkapkan oleh seorang pakar di bidangnya.
Fenomena ini seringkali muncul sebagai respons tubuh terhadap pola tidur yang terganggu, terutama ketika seseorang memaksakan diri untuk tetap terjaga lebih lama dari biasanya.
Spesialis gizi klinik, dr. Igus Ulfa Yaze, SpGK, memberikan penjelasan mendalam mengenai mekanisme di balik ngidam malam hari ini.
"Sering begadang dapat memicu perubahan hormonal dalam tubuh yang berujung pada peningkatan rasa lapar," ujar dr. Igus Ulfa Yaze, SpGK.
Perubahan hormonal yang disebutkan dr. Igus Ulfa Yaze, SpGK, ini berkaitan erat dengan pengaturan hormon yang mengendalikan rasa kenyang dan lapar dalam tubuh kita.
Ketika jadwal tidur terganggu, keseimbangan hormon-hormon tersebut bisa mengalami pergeseran, sehingga sinyal lapar menjadi lebih dominan.
Hal ini menjelaskan mengapa perut terasa "ngebet" untuk mencari camilan, bahkan ketika kebutuhan energi tubuh sebenarnya sudah terpenuhi.
Dikutip dari JAKARTAHYPE.COM, fenomena ini menjadi perhatian karena dapat memengaruhi pola makan sehat seseorang.