INFOTREN.ID - Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) baru-baru ini mengambil kebijakan baru terkait navigasi kapal di salah satu jalur perairan paling vital di dunia, yakni Selat Hormuz. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya potensi ancaman keamanan yang dihadapi para pelaut.

Keputusan strategis ini mewajibkan kapal-kapal yang berlayar melintasi Selat Hormuz untuk mengubah rute pelayarannya. Mereka kini diarahkan untuk menggunakan perairan teritorial milik Kesultanan Oman.

Perubahan rute ini secara spesifik berlaku bagi kapal-kapal yang sebelumnya mengikuti Skema Pemisahan Lalu Lintas (Traffic Separation Scheme/TSS) konvensional di selat tersebut. Ini menunjukkan adanya penyesuaian operasional yang signifikan oleh otoritas maritim AS.

Alasan utama di balik perubahan jalur pelayaran ini adalah adanya peringatan mengenai bahaya yang masih mengintai. Wilayah tersebut diketahui masih menyimpan ranjau laut yang belum sepenuhnya dilakukan survei atau proses pembersihan.

Peringatan serius ini menggarisbawahi kerentanan jalur pelayaran utama yang melintasi Selat Hormuz. Risiko yang ditimbulkan oleh ranjau laut yang tidak terdeteksi ini menjadi pertimbangan utama dalam keselamatan pelayaran.

"Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mengarahkan kapal-kapal yang ingin melintasi Selat Hormuz untuk melalui perairan teritorial Oman di selatan Skema Pemisahan Lalu Lintas," demikian bunyi pernyataan mengenai kebijakan baru ini.

Lebih lanjut, AS juga memberikan penekanan mendesak mengenai kondisi terkini di perairan tersebut. "AS memperingatkan jalur pelayaran utama tetap sangat berbahaya karena ranjau laut yang belum sepenuhnya disurvei atau dibersihkan," bunyi peringatan tersebut.

Langkah AS ini merupakan bentuk upaya proaktif untuk memitigasi risiko kecelakaan atau insiden yang mungkin terjadi akibat infrastruktur bawah laut yang berbahaya dan belum terverifikasi keamanannya.

Dikutip dari sumber berita terkait, pengalihan ini bertujuan memastikan bahwa pelayaran tetap berlangsung, meskipun dengan penyesuaian rute demi keselamatan awak kapal dan integritas aset maritim.