INFOTREN.ID - Situasi penerbangan di wilayah Teluk mulai menunjukkan tanda-tanda normalisasi setelah Pemerintah Kuwait mengambil langkah strategis untuk membuka kembali seluruh wilayah udaranya. Keputusan ini menandai berakhirnya periode penutupan yang diberlakukan sebagai tindakan antisipatif terhadap potensi risiko keamanan regional.

Kebijakan penutupan ruang udara ini pertama kali diimplementasikan secara darurat sejak pecahnya eskalasi ketegangan militer antara pihak AS-Israel dengan Iran yang memuncak pada akhir bulan Februari 2026. Penutupan tersebut merupakan respons preventif terhadap dinamika geopolitik yang sangat sensitif di kawasan Timur Tengah saat itu.

Secara spesifik, pembukaan kembali layanan penerbangan ini berfokus pada Bandara Internasional Kuwait yang menjadi gerbang utama aktivitas udara negara tersebut. Keputusan ini efektif berlaku mulai hari Kamis, mengembalikan jadwal penerbangan ke kondisi operasional yang lebih stabil.

Pihak yang mengumumkan kebijakan pemulihan ini adalah otoritas penerbangan sipil Kuwait, yang memastikan bahwa langkah ini diambil setelah evaluasi situasi keamanan yang mendalam. Keputusan ini diharapkan dapat memulihkan konektivitas regional dan internasional Kuwait.

Hamoud Mubarak, Direktur Jenderal Otoritas Penerbangan Sipil Kuwait, memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan penting ini. Ia menegaskan bahwa pembukaan kembali ini dilakukan setelah periode penangguhan yang bersifat sementara dan sangat hati-hati.

"Ruang udara di Bandara Internasional Kuwait telah dibuka kembali mulai hari Kamis, setelah penangguhan lalu lintas udara sementara dan preventif sejak 28 Februari akibat situasi di kawasan tersebut," kata Direktur Jenderal Otoritas Penerbangan Sipil, Hamoud Mubarak.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Mubarak kepada publik pada hari Jumat, memberikan konfirmasi resmi mengenai berakhirnya pembatasan penerbangan. Informasi ini kemudian disebarluaskan luas kepada publik dan pihak maskapai penerbangan internasional.

Dikutip dari Aljazeera, informasi mengenai pembukaan kembali ini dirilis pada hari Jumat, 24 April 2026, memberikan kejelasan waktu bagi seluruh pemangku kepentingan penerbangan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Kuwait menjaga stabilitas operasional sambil tetap waspada terhadap isu kawasan.

Peristiwa ini menunjukkan bagaimana gejolak politik internasional dapat secara langsung berdampak pada infrastruktur vital seperti ruang udara nasional, memaksa negara mengambil langkah pencegahan yang signifikan.