INFOTREN.ID - Suasana di perairan Selat Hormuz yang biasanya sibuk mendadak berubah menjadi mencekam pada Sabtu, 18 April 2026. Jalur perdagangan vital ini kembali menjadi pusat perhatian dunia setelah terjadi insiden penembakan yang melibatkan kekuatan militer regional.
Dua kapal dagang yang tengah melintas dilaporkan menjadi sasaran tembakan saat mencoba menyeberangi kawasan strategis tersebut. Meskipun situasi sempat memanas di tengah lautan, seluruh awak kapal dikabarkan berhasil selamat dari insiden mematikan itu.
Informasi mengenai gangguan keamanan maritim yang serius ini pertama kali mencuat melalui laporan yang dilansir dari Reuters pada Sabtu (18/4/2026). Hingga saat ini, identitas resmi dari kedua kapal yang terkena tembakan tersebut masih belum diidentifikasi secara detail.
"Kapal-kapal dagang yang mencoba menyeberangi Selat Hormuz menerima pesan radio dari angkatan laut Iran yang memberitahu bahwa mereka tidak diizinkan untuk lewat," demikian bunyi keterangan yang dilansir dari Reuters.
Padahal, sehari sebelumnya, beberapa pelaut di kapal komersial sempat mendapatkan informasi yang memberikan harapan mengenai akses jalur tersebut. Mereka mengira pintu masuk ke salah satu selat tersibuk di dunia itu akan kembali dibuka meskipun dalam status terbatas.
"Beberapa kapal komersial yang mencoba melintasi selat sempat menerima pemberitahuan dari para pelaut sehari sebelumnya bahwa Selat Hormuz akan diizinkan dibuka tapi terbatas," sebagaimana dikutip dari informasi yang dilansir dari Reuters.
Namun, kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik dengan harapan para pelaut yang ingin melanjutkan perjalanan logistik mereka. Situasi eskalasi ini dikonfirmasi oleh sejumlah sumber yang memantau pergerakan di wilayah perairan tersebut secara intensif.
"Setidaknya dua kapal melaporkan kapal-kapal Iran melepaskan tembakan ke arah mereka," ungkap sumber-sumber perkapalan dan keamanan maritim dilansir dari Reuters.
Berdasarkan data navigasi yang diterima, aksi penembakan ini terjadi di lokasi yang sangat spesifik dan sensitif. Insiden tersebut dilaporkan berlangsung di titik perairan yang berada di antara Pulau Qeshm dan Pulau Larak.