INFOTREN — Upaya penanggulangan HIV dan AIDS di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menghadapi tantangan serius menyusul adanya temuan warga yang dinyatakan positif HIV/AIDS. Data tersebut terungkap dari hasil pendampingan dan pemeriksaan yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Sehat Kota Tangerang Selatan.
Sepanjang periode Januari hingga November 2025, Aliansi Masyarakat Sehat Tangsel mencatat sebanyak 1.300 pria yang tergolong dalam kelompok lelaki seks dengan lelaki (LSL). Dari jumlah tersebut, sebanyak 80 orang dinyatakan positif AIDS berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan pada Selasa (23/12/2025).
Temuan ini menunjukkan bahwa kelompok LSL masih menjadi salah satu populasi kunci yang membutuhkan perhatian khusus dalam strategi pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS, terutama di wilayah perkotaan dengan mobilitas penduduk yang tinggi.
Aktivis Aliansi Masyarakat Sehat Tangsel, Iman Permana, menegaskan bahwa meningkatnya kasus HIV/AIDS tidak boleh disikapi dengan stigma dan diskriminasi. Menurutnya, HIV bukan semata-mata persoalan orientasi seksual, melainkan berkaitan erat dengan perilaku berisiko.
“HIV menular melalui perilaku berisiko, seperti hubungan seksual tanpa pengaman dan penggunaan jarum suntik yang tidak steril. Karena itu, edukasi yang berkelanjutan serta pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi langkah yang sangat penting,” ujar Iman.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan layanan kesehatan, mulai dari skrining berkala, konseling, hingga kemudahan akses pengobatan antiretroviral (ARV). Langkah tersebut dinilai krusial untuk menekan laju penularan sekaligus menjaga kualitas hidup orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
Dalam upaya pencegahan, Aliansi Masyarakat Sehat Tangsel saat ini aktif menggelar tes HIV sukarela dan konseling (Voluntary Counseling and Testing/VCT), mendistribusikan alat pencegahan, serta menjalin kolaborasi dengan berbagai komunitas dan lembaga swadaya masyarakat. Upaya ini dilakukan untuk menjangkau kelompok berisiko secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Hingga berita ini diturunkan, Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait data terkini penderita HIV/AIDS di wilayah tersebut, meskipun upaya konfirmasi telah dilakukan oleh wartawan.

