INFOTREN.ID - Dinamika internal di tubuh Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) kini tengah menjadi sorotan publik setelah munculnya isu miring terkait perombakan struktur organisasi. Kabar mengenai pemecatan massal di tingkat daerah memicu polemik yang cukup serius di kalangan kader partai.

Menanggapi situasi tersebut, Ketua Umum GPK Imam Fauzan A. Uskara segera memberikan klarifikasi untuk meredam kegaduhan yang terjadi. Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar luas tersebut tidak memiliki dasar yang kuat dan perlu diluruskan.

Berita mengenai gejolak di tubuh organisasi sayap Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menjadi perhatian setelah adanya pernyataan dari pihak internal lainnya. Hal ini memicu spekulasi mengenai stabilitas partai di tingkat wilayah dan cabang, dilansir dari sumber berita terkait.

"Saya membantah dengan tegas tudingan mengenai adanya pemecatan massal terhadap ratusan pengurus DPW dan DPC PPP," kata Imam Fauzan A. Uskara saat memberikan pernyataan resminya.

Sebelumnya, isu ini berkembang pesat setelah Sekretaris Jenderal GPK, Thobahul Aftoni, melontarkan pernyataan terkait pencopotan jabatan pengurus secara besar-besaran. Pernyataan tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran akan adanya perpecahan di internal organisasi kepemudaan tersebut.

"Narasi yang disampaikan tersebut sangat menyesatkan serta bersifat provokatif bagi seluruh kader di lapangan," ujar Imam Fauzan A. Uskara menanggapi klaim yang beredar.

Imam menilai bahwa penyebaran informasi yang tidak akurat ini sengaja dilakukan untuk menciptakan kegaduhan di tengah upaya penguatan partai. Ia meminta agar seluruh anggota tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya secara organisatoris.

Dampak dari isu ini sempat memengaruhi kondisi psikologis para pengurus di tingkat daerah yang merasa terancam posisinya. Namun, kepemimpinan pusat GPK memastikan bahwa roda organisasi tetap berjalan stabil sesuai dengan AD/ART yang berlaku.

"Segala bentuk perubahan struktur dalam organisasi harus melalui mekanisme yang resmi dan tidak dilakukan secara sepihak tanpa alasan yang jelas," tutur Imam Fauzan A. Uskara menjelaskan prosedur internalnya.