INFOTREN.ID - Potensi gangguan besar pada pasokan air bersih di wilayah Jakarta Barat diperkirakan akan melanda tujuh kelurahan. Gangguan ini diprediksi akan berlangsung selama lima hari berturut-turut, mulai dari Jumat, 17 Juli 2026, hingga Rabu, 22 Juli 2026.

Dampak dari gangguan tersebut diperkirakan akan sangat luas, menyasar sebanyak 55.272 pelanggan di berbagai area yang bergantung pada pasokan PAM JAYA. Situasi ini tentu menimbulkan kekhawatiran bagi warga yang membutuhkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Penyebab utama dari potensi penghentian pasokan air ini adalah adanya pekerjaan perawatan rutin yang dijadwalkan di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Hutan Kota. Fasilitas vital ini dikelola oleh pihak PT Jakarta Utilitas Propertindo (JUP).

Direktur Operasional PAM JAYA, Syahrul Hasan, memberikan penjelasan mengenai alasan di balik penyesuaian pasokan air tersebut. Ia menyatakan bahwa perawatan pada IPA Hutan Kota akan memengaruhi aliran air yang didistribusikan.

"Selama proses perawatan berlangsung, pasokan air yang dialirkan dari IPA Hutan Kota menuju jaringan distribusi PAM JAYA akan mengalami penyesuaian," ujar Syahrul Hasan dalam keterangan resminya yang disampaikan pada Rabu, 15 Juli 2026.

Penyesuaian aliran air ini secara langsung berpotensi menimbulkan konsekuensi serius bagi para pelanggan. Tekanan air dapat menurun drastis, bahkan hingga terjadi penghentian total sementara.

"Kondisi ini berpotensi menyebabkan berkurangnya tekanan air hingga penghentian sementara aliran air bagi sekitar 55.272 pelanggan," jelas Syahrul Hasan lebih lanjut.

Situasi ini mengharuskan masyarakat di wilayah terdampak untuk melakukan persiapan matang dalam menghadapi potensi krisis air bersih selama periode tersebut.

Dikutip dari JakartaHype.com, PAM JAYA mengimbau pelanggan untuk menampung air secukupnya sebagai antisipasi.