INFOTREN.ID - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar, secara khusus menyoroti isu penyelenggaraan muktamar organisasi menjelang pembukaan acara Temu Nasional Pondok Pesantren. Momen ini terjadi saat ia membuka kegiatan bertema Gerakan Pesantren Anti Kekerasan Seksual di Grand Mercure Hotel Kemayoran, Jakarta.
Acara tersebut diselenggarakan pada Senin, 18 Mei 2026 malam, dan dihadiri oleh berbagai pimpinan pondok pesantren dari seluruh Indonesia. Dalam sambutannya, Cak Imin melontarkan sapaan khusus yang mengindikasikan adanya dinamika internal organisasi keumatan yang sedang berlangsung.
Secara spesifik, Cak Imin menyapa Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, Abdul Ghaffar Rozin, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut. Sapaan ini dilakukan di tengah meningkatnya desakan agar muktamar segera digelar.
Sapaan tersebut diungkapkan Cak Imin sewaktu memberikan sambutan di hadapan para kyai dan pimpinan pesantren yang menjadi audiens utamanya malam itu. Hal ini sebagaimana dilansir dari media Nasional.
"Kyai Ghaffar Rozin, Ketua PWNU Jawa Tengah. Mana Gus Rozin tadi ya? Penting ini menjelang muktamar," ujar Abdul Muhaimin Iskandar, Ketua Umum DPP PKB.
Kutipan tersebut muncul sebagai respons terhadap gerakan yang digerakkan oleh Forum Ketua Pengurus Wilayah NU se-Indonesia yang menuntut Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk menyelenggarakan muktamar selambat-lambatnya pada awal Agustus 2026.
Ketua PWNU Jawa Tengah, Abdul Ghaffar Rozin, sebelumnya telah menyatakan ancaman mosi tidak percaya jika agenda tersebut tidak terlaksana sesuai tenggat waktu yang ditetapkan. "Jika hingga Agustus 2026 muktamar tidak terlaksana, PWNU bersama PCNU akan menyatakan mosi tidak percaya kepada PBNU," kata Abdul Ghaffar Rozin, Ketua PWNU Jawa Tengah saat mendatangi kantor PBNU di Jakarta pada Selasa (28/4/2026), dikutip dari Antara.
Kunjungan jajaran ketua pengurus wilayah ke kantor pusat PBNU tersebut bertujuan untuk mengkonsolidasikan langkah pimpinan wilayah dalam menyikapi berbagai dinamika internal organisasi. Forum wilayah merasa prihatin karena minimnya perkembangan pasca kesepakatan islah untuk mengatasi kebuntuan komunikasi di tingkat elit PBNU.
Oleh karena itu, forum wilayah menganggap bahwa pelaksanaan muktamar menjadi satu-satunya solusi paling mendesak untuk memulihkan stabilitas organisasi. Aspirasi ini telah disampaikan kepada Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar melalui sambungan daring, serta diterima langsung oleh Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf di ruang kerjanya.