INFOTREN.ID - Indonesia berdiri di atas tanah yang menyimpan kekayaan alam melimpah, mulai dari tambang hingga potensi energi terbarukan yang tak terbatas. Namun, ironisnya, kemegahan sumber daya tersebut seolah belum mampu membebaskan bangsa ini dari bayang-bayang kerentanan ekonomi global.

Langkah kaki bangsa ini masih terasa berat karena fondasi kemandirian yang belum sepenuhnya kokoh di tengah persaingan dunia yang kian sengit. Sejarah mencatat bahwa kekayaan materi saja tidak cukup tanpa adanya kedaulatan yang nyata dalam pengelolaan energi nasional secara menyeluruh.

Ancaman krisis global kini mulai mengetuk pintu, membawa ketidakpastian yang bisa mengguncang stabilitas domestik kapan saja. Situasi ini menjadi pengingat keras bahwa ketergantungan pada pihak luar adalah celah besar yang harus segera ditutup demi keselamatan ekonomi.

"Kekayaan sumber daya yang dimiliki Indonesia saat ini memang sangat melimpah, namun sayangnya potensi tersebut belum sepenuhnya mampu diwujudkan menjadi sebuah kemandirian yang nyata," dilansir dari sumber berita.

Fenomena ini terlihat jelas pada sektor energi, di mana Indonesia masih sering kali terjepit oleh fluktuasi harga pasar internasional. Kebutuhan dalam negeri yang terus meningkat justru dipenuhi melalui jalur impor yang secara perlahan menguras cadangan devisa negara.

"Hingga saat ini, Indonesia terpantau masih memiliki tingkat ketergantungan yang cukup tinggi terhadap pasokan impor energi dari luar negeri," dilansir dari sumber berita tersebut.

Ketergantungan ini bukan sekadar masalah angka di atas kertas, melainkan ancaman serius bagi ketahanan nasional dalam jangka panjang. Jika tidak ada langkah revolusioner, Indonesia dikhawatirkan akan terus terjebak dalam siklus konsumsi tanpa produksi yang berdaulat.

Para pemangku kebijakan kini dituntut untuk segera mengubah arah kompas pembangunan menuju pemanfaatan energi domestik secara maksimal. Berhenti bergantung pada pasokan luar negeri bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan untuk bertahan di tengah badai krisis global.

Masa depan Indonesia sangat bergantung pada keberanian untuk melepaskan diri dari zona nyaman perdagangan energi global yang tidak menentu. Transformasi dari negara pengimpor menjadi negara yang mandiri secara energi adalah kunci utama menuju kemakmuran yang berkelanjutan.