INFOTREN.ID - Perkembangan signifikan terjadi dalam kebijakan maritim Iran terkait salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia. Pemerintah Iran secara resmi telah mengklaim telah menerima gelombang pendapatan awal dari skema pungutan tarif baru yang diberlakukan untuk kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh seorang pejabat senior yang memiliki posisi penting di lembaga legislatif negara tersebut. Informasi ini menjadi sorotan mengingat peran strategis Selat Hormuz dalam perdagangan energi global.
Pihak yang mengonfirmasi penerimaan dana tersebut adalah Wakil Ketua Parlemen Iran. Sosok ini menjadi sumber resmi atas pengumuman penting mengenai realisasi pendapatan negara dari kebijakan tarif baru tersebut.
Menurut kantor berita Iran, Tasnim, dana yang masuk tersebut merupakan setoran pertama. Hal ini menandakan bahwa mekanisme penarikan tarif yang telah diberlakukan mulai menunjukkan hasil finansial bagi kas negara Iran.
"Pendapatan pertama yang diterima dari tol Selat Hormuz telah disetorkan ke rekening Bank Sentral," kata Wakil Ketua Parlemen Iran, Hamidreza Hajibabaei, menurut kantor berita Iran, Tasnim, seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (23/4/2026).
Pengumuman ini menggarisbawahi langkah konkret Iran dalam mengoperasionalkan kebijakan pungutan tersebut, meski detail teknis mengenai tarif dan besaran total pendapatan belum diungkapkan secara luas.
Media Iran lainnya juga turut memberitakan pernyataan yang serupa mengenai penerimaan dana tersebut. Namun, sumber-sumber tersebut dilaporkan tidak menyertakan elaborasi atau penjelasan lebih rinci mengenai proses atau jumlah spesifik yang diterima.
Dilansir dari kantor berita AFP, pengumuman ini memberikan gambaran awal mengenai dampak finansial dari keputusan Iran untuk mengenakan tarif baru di perairan vital tersebut.