INFOTREN.ID - Pemerintah Vietnam secara resmi telah melayangkan undangan kepada Paus Leo XIV untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke negara Asia Tenggara tersebut. Langkah ini menandai perkembangan signifikan dalam hubungan diplomatik antara Hanoi dan Tahta Suci.

Undangan ini muncul di tengah meningkatnya kehangatan dalam relasi diplomatik antara rezim komunis Vietnam dan Vatikan. Momen ini dipandang sebagai upaya bersama untuk mempererat komunikasi antarlembaga.

Informasi mengenai undangan tersebut pertama kali diungkapkan oleh media pemerintah Vietnam pada hari Minggu, 12 April 2026. Ini menunjukkan adanya keseriusan dari pihak Hanoi dalam menjalin hubungan yang lebih baik.

Ketua Majelis Nasional Vietnam, Tran Thanh Man, dipercaya menjadi utusan khusus yang menyampaikan maksud baik dari pemerintahnya. Ia secara langsung menyampaikan pesan tersebut kepada pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia.

Menurut penelusuran yang dilakukan, Ketua Majelis Nasional Tran Thanh Man telah menyampaikan sebuah "undangan resmi" kepada Paus. Hal ini dikonfirmasi oleh media pemerintah Vietnam, dilansir AFP.

Undangan resmi tersebut secara spesifik ditujukan atas nama dua pemimpin tertinggi negara. Surat tersebut merupakan representasi dari Sekretaris Jenderal Partai Komunis dan Presiden Vietnam saat ini, To Lam.

"Ketua Majelis Nasional, Tran Thanh Man, menyampaikan kepada Paus sebuah 'undangan resmi' dari Sekretaris Jenderal Partai Komunis dan Presiden Vietnam, To Lam," demikian isi pemberitaan media pemerintah Vietnam, dilansir AFP, Minggu (12/4/2026).

Kunjungan bersejarah ini, jika terealisasi, akan menjadi tonggak penting dalam sejarah hubungan antara Vietnam dan Vatikan. Kedua belah pihak dinilai sedang berada dalam fase positif untuk normalisasi hubungan.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: News.detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.