INFOTREN.ID - Kepolisian Metropolitan Inggris melakukan tindakan tegas dengan menangkap lebih dari 500 peserta demonstrasi yang menentang larangan terhadap kelompok Palestine Action di jantung kota London. Penangkapan skala besar ini terjadi saat protes berlangsung di area pusat kota.

Pihak kepolisian memberikan justifikasi atas penangkapan massal tersebut, menyatakan bahwa tindakan ini diambil karena para pendemo terindikasi memberikan dukungan kepada sebuah organisasi yang kini telah ditetapkan sebagai kelompok terlarang.

Menurut informasi yang dilansir dari BBC pada Minggu (12/4/2026), rentang usia individu yang diamankan oleh aparat sangat bervariasi. Mereka yang ditangkap berusia antara 18 tahun hingga mencapai 87 tahun.

Ratusan demonstran dilaporkan memadati kawasan Trafalgar Square, lokasi utama berkumpulnya massa dalam unjuk rasa tersebut. Mereka membawa berbagai spanduk dan poster sebagai bentuk ekspresi politik mereka.

Banyak dari poster yang dibawa oleh para peserta aksi memuat pesan dukungan eksplisit terhadap kelompok yang kini dibatasi kegiatannya tersebut. Pesan tersebut sering terlihat dalam protes-protes sebelumnya.

Salah satu slogan yang terpampang jelas di spanduk adalah, "Saya menentang genosida. Saya mendukung Palestine Action," ujar salah satu peserta aksi.

Aksi unjuk rasa yang terjadi pada hari Sabtu tersebut secara spesifik dinamakan sebagai 'Everyone Day' oleh penyelenggara. Nama acara ini mencerminkan inklusivitas peserta yang hadir.

Penyelenggara aksi ini adalah kelompok Defend our Juries, yang menyatakan tujuan utama dari pertemuan tersebut adalah untuk menunjukkan keteguhan hati publik. Mereka ingin menunjukkan 'perlawanan yang tak pernah surut terhadap larangan terhadap Palestine Action', kata juru bicara Defend our Juries.

Aksi ini menjadi sorotan internasional mengingat jumlah penangkapan yang signifikan dan isu sensitif yang menjadi latar belakang demonstrasi tersebut.