INFOTREN.ID - Situasi keamanan di Lebanon dilaporkan kembali memanas menyusul adanya gelombang serangan militer yang dilancarkan oleh pihak Israel. Serangan ini terjadi meskipun kedua belah pihak telah menyepakati adanya gencatan senjata.
Total korban jiwa akibat serangan rudal Israel di wilayah Lebanon mencapai lima orang. Tragisnya, salah satu dari lima korban tewas tersebut adalah seorang profesional media atau jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan di lokasi kejadian.
Peristiwa maut tersebut terjadi pada hari Rabu, tepatnya tanggal 22 April. Informasi mengenai serangan ini kemudian dikonfirmasi dan diangkat oleh media internasional pada hari Kamis, 23 April 2026.
Dikutip dari The Guardian, serangan Israel pada hari Rabu tersebut mengakibatkan lima orang warga Lebanon kehilangan nyawa mereka. Kejadian ini menambah ketegangan di tengah upaya meredakan konflik.
Salah satu korban yang teridentifikasi adalah jurnalis bernama Amal Khalil. Ia dilaporkan meninggal dunia saat tengah bertugas meliput situasi di area dekat kota al-Tayri bersama seorang rekan fotografer, Zeinab Faraj.
Menurut keterangan yang diterima, rudal yang diluncurkan oleh Israel dilaporkan menghantam sebuah kendaraan yang berada tepat di depan posisi Amal Khalil dan Zeinab Faraj saat kejadian berlangsung.
Setelah serangan pertama, kedua jurnalis tersebut berusaha mencari perlindungan dengan berlari ke arah sebuah rumah terdekat. Namun, rumah tersebut kemudian dilaporkan menjadi sasaran serangan Israel berikutnya.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi bahwa rumah yang dijadikan tempat berlindung tersebut juga menjadi sasaran serangan lanjutan dari pihak Israel, yang mengakibatkan peningkatan jumlah korban jiwa.
Dikutip dari The Guardian, "Serangan Israel di Lebanon pada Rabu (22/4) menewaskan lima orang," menggarisbawahi dampak serangan di tengah gencatan senjata.