INFOTREN.ID - Perkembangan signifikan terjadi dalam dinamika konflik internasional antara Rusia dan Ukraina menyusul pernyataan dari Amerika Serikat. Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, secara resmi mengumumkan rencana untuk memberlakukan masa tenang sementara di zona konflik tersebut.

Rencana gencatan senjata ini dijadwalkan berlangsung selama periode tiga hari penuh. Langkah ini diambil dengan harapan dapat meredakan ketegangan yang telah berlangsung lama antara kedua negara yang bertikai di Eropa Timur.

Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Trump melalui platform media sosial pribadinya. Hal ini menandai intervensi diplomatik terbaru dari Washington terkait krisis keamanan regional tersebut.

Secara spesifik, Donald Trump mengindikasikan bahwa masa gencatan senjata akan dimulai pada hari Sabtu dan berakhir pada hari Senin. Keputusan ini diharapkan memberikan ruang untuk negosiasi atau setidaknya mengurangi korban sipil selama akhir pekan tersebut.

Informasi mengenai penetapan waktu ini disampaikan oleh Trump melalui unggahan di platform Truth Social. Kejadian ini terekam terjadi pada hari Jumat, tanggal 8 Mei 2026, menjadi penanda waktu resmi pengumuman tersebut.

Kutipan langsung dari pernyataan Presiden AS tersebut menegaskan komitmennya terhadap upaya de-eskalasi. "Akan ada gencatan senjata selama tiga hari dalam perang antara Rusia dan Ukraina," ujar Donald Trump.

Pernyataan tersebut secara eksplisit menyebutkan durasi dan pihak-pihak yang terlibat dalam kesepakatan penghentian permusuhan sementara ini. Masa tenang ini mencakup seluruh wilayah yang menjadi titik panas pertempuran antara pasukan Rusia dan Ukraina.

Dilansir dari Truth Social, rencana ini menunjukkan upaya administrasi AS untuk mendorong terciptanya koridor kemanusiaan atau dialog yang lebih intensif. Implementasi teknis dari gencatan senjata ini akan menjadi fokus perhatian dunia selanjutnya.

Dikutip dari unggahan tersebut, pemimpin AS tersebut menyatakan komitmennya terhadap periode tanpa kekerasan. "Gencatan senjata akan berlangsung dari hari Sabtu hingga Senin," kata beliau.