INFOTREN.ID - Suasana hangat menyelimuti pertemuan antara mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan para tokoh perdamaian Poso dan Ambon di Jakarta. Pertemuan ini digelar khusus untuk meluruskan polemik yang muncul setelah ceramah JK di Universitas Gadjah Mada (UGM) beberapa waktu lalu.
Sejumlah tokoh yang terlibat langsung dalam perundingan damai masa lalu hadir untuk memberikan perspektif mereka secara mendalam. Mereka ingin memastikan bahwa sejarah konflik tidak disalahartikan oleh publik yang hanya mendengar potongan informasi dari media sosial.
Diskusi ini menjadi sangat krusial mengingat sensitivitas isu konflik yang pernah melanda wilayah Sulawesi Tengah dan Maluku tersebut. Dilansir dari berbagai , pertemuan ini bertujuan untuk memberikan klarifikasi menyeluruh kepada masyarakat luas agar tidak terjadi distorsi sejarah.
Jusuf Kalla menjelaskan bahwa tujuannya berbicara di depan mahasiswa adalah untuk membagikan pengalaman berharga mengenai penyelesaian konflik di Indonesia. Beliau merasa perlu mengundang para saksi sejarah agar narasi yang berkembang di masyarakat tidak melenceng dari fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan.
"Saya sengaja mengumpulkan para tokoh ini agar kita semua bisa mendengar langsung kesaksian mereka mengenai kebenaran materi yang saya sampaikan di UGM beberapa waktu lalu," kata Jusuf Kalla.
Pendeta Rinaldy Damanik, salah satu tokoh kunci dari pihak Kristiani dalam Deklarasi Malino, turut memberikan suaranya dalam pertemuan tersebut. Ia menegaskan bahwa poin-poin yang disampaikan JK dalam ceramahnya memiliki dasar fakta yang sangat kuat dan sesuai dengan realita saat itu.
"Apa yang disampaikan Pak JK dalam ceramahnya memang sesuai dengan realita yang terjadi di lapangan saat konflik Poso berkecamuk dahulu," ujar Pendeta Rinaldy Damanik.
Senada dengan itu, Ustaz Adnan Arsal yang merupakan tokoh sentral dari kalangan Muslim Poso juga memberikan pembelaan terhadap isi ceramah sang mantan Wapres. Ia menilai tidak ada yang salah dengan penyampaian JK karena narasi tersebut merupakan bagian dari catatan sejarah yang jujur.
"Kami memberikan kesaksian bahwa narasi yang dibawa beliau adalah fakta sejarah yang tidak bisa dibantah oleh siapapun karena kami merasakannya langsung," kata Ustaz Adnan Arsal.
Sumber: berita nasional