INFOTREN.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan prakiraan mengenai potensi cuaca ekstrem yang masih akan menyelimuti seluruh wilayah di Provinsi Sulawesi Utara. Peringatan dini ini diberlakukan untuk periode waktu yang cukup panjang, yakni diperkirakan berlangsung hingga hari Minggu, 24 Mei mendatang.
Prakiraan cuaca ekstrem ini mencakup potensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai dengan sambaran kilat atau petir, serta adanya hembusan angin kencang. Selain itu, BMKG juga mengantisipasi adanya peningkatan akumulasi curah hujan harian selama periode tersebut.
Koordinator Bidang Operasional BMKG Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Karina Husna, menggarisbawahi pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap kondisi cuaca ini. "Waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, serta peningkatan akumulasi curah hujan harian," ujar Karina Husna di Manado pada hari Senin.
Kondisi peningkatan pembentukan awan hujan di Sulawesi Utara ini dipengaruhi oleh beberapa faktor meteorologis yang signifikan. Salah satu pemicunya adalah prediksi spasial dari Madden Julian Oscillation (MJO) yang berkontribusi pada kondisi atmosfer wilayah tersebut.
Faktor pendukung lainnya adalah pertumbuhan awan konvektif yang diperkuat oleh penambahan massa uap air. Hal ini disebabkan oleh nilai anomali Suhu Permukaan Laut (SST) di perairan sekitar daerah tersebut, yang berada dalam rentang antara -2 hingga 2,5 derajat Celsius.
Selain itu, terdapat faktor meteorologi lain yang memicu penumpukan massa uap air, yaitu adanya pola belokan angin serta konvergensi yang terjadi di sekitar kawasan Sulawesi Utara. Labilitas lokal yang kuat juga turut berperan dalam memicu pertumbuhan awan hujan disertai potensi kilat atau petir di berbagai titik.
Dilansir dari Media Indonesia pada Senin, potensi cuaca ekstrem pada hari Senin (19 Mei) mencakup Kota Manado, Kota Bitung, Kota Tomohon, Kota Kotamobagu, Kabupaten Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Tenggara, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow Selatan, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.
Untuk hari Selasa (19/5), wilayah yang diperkirakan terdampak meliputi Kota Manado, Kota Bitung, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Tenggara, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Kepulauan Sitaro, dan Kepulauan Sangihe.
Prakiraan pada hari Rabu (20/5) menunjukkan potensi cuaca ekstrem akan melanda Kota Bitung, Kabupaten Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, serta Bolaang Mongondow Selatan. Sementara itu, pada hari Kamis (21/5), prediksi mengarah ke Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, Minahasa Tenggara, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, dan Bolaang Mongondow Selatan.