INFOTREN.ID - Perkembangan situasi politik internasional kembali disorot setelah munculnya isu sensitif mengenai prosedur keamanan tertinggi di Amerika Serikat. Isu ini berpusat pada dugaan upaya Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memanfaatkan kode nuklir dalam sebuah pertemuan penting.
Peristiwa yang menjadi sorotan ini dikabarkan terjadi pada hari Sabtu, yang kemudian memicu perbincangan luas di berbagai platform. Meskipun rumor tersebut telah beredar, Gedung Putih segera mengambil langkah untuk memberikan klarifikasi resmi terkait kejadian tersebut.
Klaim awal mengenai dugaan insiden ini pertama kali disebarkan oleh mantan perwira CIA, Larry Johnson. Ia menyampaikan informasi tersebut saat tampil dalam sebuah acara podcast yang cukup populer.
Secara spesifik, Larry Johnson mengutarakan klaimnya saat berpartisipasi dalam podcast "Judging Freedom" pada tanggal 20 April. Informasi ini kemudian mulai menyebar luas, terutama setelah diangkat oleh beberapa media internasional.
Menurut Johnson, pertemuan darurat di Gedung Putih yang berlangsung pada tanggal 18 April diwarnai ketegangan yang tinggi. Ia menyebutkan terjadi adu mulut serius di antara para peserta rapat tersebut.
Poin utama dari klaim tersebut adalah penolakan yang dilakukan oleh Jenderal Dan Caine, yang menjabat sebagai Ketua Kepala Staf Gabungan AS. Jenderal Caine disebut menolak perintah yang diduga berkaitan dengan penggunaan kode nuklir.
Dikutip dari Al Arabiya English, Kamis (23/4/2026), Johnson menggambarkan suasana perdebatan tersebut. Ia menyatakan bahwa perdebatan itu "cukup sengit," dan jenderal tersebut menolak untuk memfasilitasi tindakan yang diminta.
Meskipun pertemuan tingkat tinggi memang terjadi pada masa tersebut, terutama menjelang berakhirnya masa gencatan senjata dengan Iran, tidak ada verifikasi independen yang menguatkan klaim penggunaan wewenang peluncuran nuklir. Hingga kini, tidak ada sumber kredibel yang mendukung narasi tersebut secara resmi.
Penting untuk dicatat bahwa Gedung Putih secara tegas telah membantah keras klaim viral yang menyebutkan Presiden Trump mencoba menggunakan kode nuklir selama rapat yang berlangsung. Bantahan ini bertujuan untuk meredakan spekulasi yang berkembang di publik.