INFOTREN.ID - Perkembangan terbaru dalam ketegangan maritim internasional muncul setelah Amerika Serikat menyita sebuah kapal kargo yang berlayar di bawah bendera Iran. Penyitaan ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk penolakan tegas dari Beijing.

Pihak yang pertama kali melontarkan tuduhan adalah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Trump mengklaim bahwa kapal kargo Iran yang dicegat oleh pasukan AS tersebut sejatinya merupakan "hadiah dari China".

Tuduhan tersebut langsung dibantah secara keras oleh Kementerian Luar Negeri China. Beijing dengan tegas menolak segala klaim yang menghubungkan mereka dengan kepemilikan atau pemberian kapal kargo tersebut kepada Iran.

Aksi penyitaan dilakukan oleh militer Amerika Serikat. Washington menyatakan bahwa pasukan mereka menembaki dan menyita kapal kargo Iran tersebut karena diduga kuat berupaya menghindari blokade yang telah diberlakukan AS terhadap pelabuhan-pelabuhan yang berada di bawah yurisdiksi Teheran.

Kronologi kejadian menunjukkan bahwa kapal tersebut diketahui berlayar dari wilayah China sebelum insiden penyitaan terjadi di perairan internasional. Informasi ini diperkuat oleh pernyataan yang dikeluarkan oleh pihak militer Iran.

Militer Iran merilis pernyataan resmi terkait insiden dramatis ini. Mereka bersumpah akan membalas tindakan yang mereka sebut sebagai "pembajakan bersenjata oleh militer AS".

Menanggapi tuduhan Presiden Trump, Kementerian Luar Negeri China memberikan respons yang sangat jelas. "Kementerian Luar Negeri China membantah keras tuduhan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, soal kapal kargo berbendera Iran yang dicegat pasukan AS merupakan 'hadiah dari China'," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China.

Dikutip dari berbagai sumber berita yang meliput perkembangan ini, Amerika Serikat membenarkan tindakan keras mereka. Washington menegaskan bahwa penyitaan dilakukan karena kapal tersebut melanggar aturan blokade maritim yang mereka terapkan terhadap Iran.

Lebih lanjut, pihak militer Iran mengonfirmasi asal keberangkatan kapal tersebut. "Militer Iran, dalam pernyataannya, menyebut kapal tersebut berlayar dari China dan bersumpah akan membalas apa yang disebutnya sebagai 'pembajakan bersenjata oleh militer AS'," demikian pernyataan resmi mereka.