MATARAM.INFOTREN- Penggunaan pencahayaan warna merah pada album terbaru BTS ARIRANG saat melakukan konser comeback di Gwanghwamun Square sempat menimbulkan kekhawatiran beberapa pihak.
Kekhawatiran beberapa pihak ini beralasan karena penggunaan warna merah bisa berafiliasi kepada warna yang syarat makna politik.
Demi menghilangkan prasangka atau kekhawatiran publik terkait pemilihan dalam pencahayaan warna merah ini, akhirnya HYBE agensi BTS memberikan klarifikasinya.
HYBE dengan gercep (gerak cepat) menanggapi kekhawatiran seputar "pencahayaan merah" yang akan menerangi landmark utama di seluruh Seoul untuk merayakan comeback BTS pada 21 Maret 2026.
Untuk diketahui bahwa, pertunjukan cahaya ini merupakan bagian dari proyek berskala besar yang terkait dengan penampilan comeback BTS, yang dijadwalkan berlangsung di Gwanghwamun Square.
Ternyata ini atas permintaan HYBE khusus kepada Pemerintah Metropolitan Seoul. Dan pemerintah berencana untuk menerangi landmark utama di seluruh kota, termasuk Menara N Seoul dan Menara Lotte World dengan warna merah.
Namun, beberapa pihak berspekulasi bahwa penekanan pada warna tertentu di lokasi simbolis Lapangan Gwanghwamun Square dapat mengandung maksud politik.
Begini klarifikasi atau pernyataan dari pihak HYBE yang dirilis pada tanggal 18 Maret:
"Kami ingin memberitahukan bahwa warna merah yang digunakan untuk pertunjukan di Lapangan Gwanghwamun mencerminkan warna utama album baru BTS 'ARIRANG.'

