INFOTREN.ID - Perkembangan terbaru dalam dinamika politik Israel muncul setelah seorang anggota parlemen Arab menyampaikan pandangan tajam mengenai kondisi mental salah satu pejabat tinggi pemerintah. Isu ini menjadi sorotan publik menyusul komentar kontroversial yang dilayangkan oleh politisi tersebut.

Secara spesifik, tokoh yang melontarkan pernyataan tersebut adalah Ahmad Tibi, seorang anggota Knesset yang mewakili komunitas Arab di parlemen Israel. Pernyataan ini menambah daftar panjang kritik yang ditujukan kepada kinerja dan sikap Menteri Keamanan Nasional saat ini.

Objek dari sorotan Ahmad Tibi adalah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, beserta pasangannya. Komentar ini mengindikasikan adanya kekhawatiran serius mengenai stabilitas emosional atau mental kedua figur publik tersebut.

Pernyataan mengejutkan ini pertama kali diungkapkan oleh Ahmad Tibi pada hari Rabu, tanggal 6 Mei 2026. Penentuan waktu ini menempatkan isu tersebut dalam konteks perkembangan politik dan keamanan Israel terkini.

Dilansir dari Anadolu Agency, Ahmad Tibi secara terbuka menyatakan bahwa Menteri Ben-Gvir dan sang istri memerlukan penanganan profesional segera. Observasi ini disampaikan tanpa tedeng aling-aling di hadapan publik atau media.

"Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir dan istrinya sesungguhnya membutuhkan evaluasi psikiater secepatnya," ujar Ahmad Tibi mengenai kondisi kedua figur tersebut.

Komentar tajam ini tentu memicu reaksi beragam di kalangan politik Israel dan masyarakat luas. Sikap Ahmad Tibi menunjukkan tingkat ketidakpuasan yang mendalam terhadap tindakan atau pernyataan yang selama ini dilakukan oleh Ben-Gvir.

Situasi ini menunjukkan adanya ketegangan internal yang signifikan di dalam lanskap politik Israel, terutama antara anggota parlemen dari minoritas dengan pejabat eksekutif kunci. Analisis mendalam mengenai dampak pernyataan ini terhadap stabilitas pemerintahan masih terus berlangsung.

Dikutip dari Anadolu Agency, pernyataan Ahmad Tibi ini menjadi salah satu sorotan utama dalam pemberitaan politik internasional pada pertengahan Mei 2026 tersebut.