INFOTREN.ID - Sebanyak 1.256 jemaah calon haji yang berasal dari Kabupaten Lumajang telah secara resmi dilepas untuk memulai perjalanan ibadah mereka ke Tanah Suci. Prosesi keberangkatan ini berlangsung di Pendopo Kabupaten Lumajang pada hari Sabtu, 16 Mei 2026.

Pelepasan secara simbolis dilakukan oleh Bupati Lumajang beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat. Seremoni ini ditandai dengan pengibaran bendera sebagai penanda dimulainya perjalanan jamaah.

Para jemaah yang dilepas ini dijadwalkan akan menempuh perjalanan menuju Embarkasi Haji di Surabaya terlebih dahulu sebelum melanjutkan penerbangan menuju Arab Saudi. Pemberangkatan ini merupakan puncak dari persiapan panjang yang telah dilakukan oleh para calon haji.

Prosesi pelepasan tersebut turut diwarnai dengan suasana haru, di mana isak tangis mewarnai perpisahan antara para jemaah dengan keluarga yang mengantar mereka. Momen ini menjadi penanda perpisahan sementara sebelum kembali sebagai haji mabrur.

Untuk memastikan kelancaran proses keberangkatan, pemerintah daerah telah membagi seluruh rombongan jemaah haji ini ke dalam empat kelompok terbang (kloter) yang berbeda. Pembagian ini bertujuan agar proses administrasi dan transportasi berjalan lebih teratur.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyampaikan rincian mengenai pembagian kloter tersebut. "Tahun ini jamaah haji yang berangkat sebanyak 1.256 orang yang dibagi dalam 4 kelompok terbang, yakni kloter 98, 99, 100, dan 101," ujar Bupati Indah Amperawati pada Sabtu (16/5/2026).

Kebahagiaan mendalam tampak terpancar dari wajah para jemaah, khususnya mereka yang telah lama menanti kesempatan istimewa ini. Banyak di antara mereka harus melalui masa antrean yang panjang selama belasan tahun.

Salah satu jemaah, Joko Wiryanto dari Desa Darungan, Kecamatan Yosowilangun, mengungkapkan rasa syukurnya atas terpenuhinya impiannya. "Saya sudah menunggu 14 tahun untuk berangkat haji. Alhamdulilah hari ini bisa berangkat. Perasaannya bahagia sekali," ujar Joko Wiryanto.

Di sisi lain, keluarga yang mengantar di sekitar Pendopo Kabupaten Lumajang turut merasakan campuran emosi antara rasa sedih karena berpisah dan rasa syukur atas keberangkatan kerabat mereka. Hal ini diungkapkan oleh salah satu keluarga haji.