INFOTREN.ID - Momen Lebaran selalu diiringi lonjakan signifikan dalam konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di seluruh Indonesia. Kenaikan permintaan masif ini menuntut kesiapan operasional maksimal dari PT Pertamina (Persero) sebagai penyedia energi utama negara.
Menanggapi hal tersebut, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) memberikan apresiasi atas langkah proaktif yang telah diambil oleh pihak Pertamina dalam mengantisipasi lonjakan aktivitas masyarakat tersebut. Kesiapan ini diwujudkan melalui pengoperasian Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idul Fitri (RAFI).
Ketua YLKI, Niti Emiliana, secara eksplisit menyatakan bahwa pembentukan Satgas RAFI merupakan respons yang tepat waktu. Satgas ini dijadwalkan beroperasi mulai tanggal 9 Maret hingga 1 April 2026, mencakup periode puncak mobilitas hari raya.
"YLKI menilai, pembentukan Satgas Ramadan dan Idul Fitri oleh PT Pertamina (Persero) merupakan langkah yang baik dan positif,” kata Niti dalam keterangannya, Senin (16/3/2026), dilansir dari IDN Times.
Niti Emiliana meyakini bahwa Pertamina telah melakukan persiapan rutin yang matang demi menjamin ketersediaan stok BBM dan LPG tetap aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat luas selama periode krusial tersebut. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas energi nasional.
Menurut pandangan YLKI, kesiagaan operasional ribuan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan agen LPG yang mayoritas beroperasi selama 24 jam adalah kunci. Langkah ini sangat penting untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik selama Lebaran 2026 berlangsung tanpa hambatan berarti.
"Dari sisi perlindungan konsumen, langkah Pertamina ini sebagai bentuk antisipasi untuk memastikan keandalan dan kecukupan pasokan, stabilitas, distribusi,” ujar Niti.
Meskipun memberikan penilaian positif secara umum, YLKI turut menyertakan beberapa catatan penting yang harus diperhatikan oleh Pertamina ke depannya. Hal ini menunjukkan fokus YLKI pada kualitas layanan konsumen.
Pertama, Pertamina didesak untuk menjamin distribusi energi yang merata, khususnya pada jalur-jalur utama yang dilewati pemudik. Distribusi yang lancar adalah indikator utama keberhasilan pengamanan energi hari raya.

