INFOTREN.ID - Enam tahun paska pandemi Covid-19, dunia kembali dihadapkan pada ancaman serius dari penyakit menular yang berasal dari hewan. Berita terkini menyoroti dua kejadian penting: wabah hantavirus di kapal pesiar serta peningkatan kasus Ebola di Afrika Tengah.

Wabah hantavirus yang dilaporkan fatal terjadi di kapal pesiar MV Hondius, memaksa sejumlah penumpang yang berasal dari Amerika Serikat menjalani proses karantina yang panjang di Nebraska. Kejadian ini menjadi fokus perhatian internasional karena penularan virus dari hewan ke manusia.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum lama ini menetapkan status darurat kesehatan masyarakat akibat lonjakan kasus Ebola di wilayah Afrika Tengah. Wabah ini dilaporkan telah menelan korban jiwa hampir seratus orang, disebabkan oleh strain virus Bundibugyo di Kongo dan Uganda per Mei 2026.

Meskipun situasi Ebola memiliki tingkat fatalitas yang sangat tinggi, mencapai 90 persen, WHO menegaskan bahwa kedua wabah ini belum mencapai level pandemi global. Namun, para ahli kesehatan mendesak agar ancaman ini tidak dianggap remeh oleh otoritas terkait.

Dr. Peter Hotez, Dekan National School of Tropical Medicine di Baylor College of Medicine, menekankan bahwa fenomena ini mengindikasikan tren penting dalam kesehatan global, yaitu peningkatan kasus zoonotic spillover epidemics. Ini merujuk pada wabah yang disebabkan oleh virus yang melompat dari reservoir hewan ke populasi manusia.

"Pesan terpenting dari wabah hantavirus ini yaitu yang ia representasikan," ujar Dr. Hotez.

Menurut Dr. Hotez, hampir semua epidemi besar yang terjadi selama dua dekade terakhir mayoritas merupakan peristiwa tumpahan zoonosis. Para pakar kesehatan memprediksi bahwa epidemi serius dan wabah zoonosis besar dapat menjadi "normal baru" yang terjadi secara periodik setiap satu hingga tiga tahun sekali.

"Hampir semua epidemi besar dalam 20 tahun terakhir sebagian besar adalah peristiwa tumpahan zoonosis. Ini alarm bahwa hal serupa akan terus terjadi," ujar Dr. Hotez.

Penyebab utama peningkatan interaksi antara manusia dan hewan ini diidentifikasi oleh Dr. Hotez. Hantavirus ditularkan melalui kontak dengan kotoran atau air liur tikus, sedangkan Ebola menular melalui kontak dengan hewan seperti kelelawar buah dan landak.