Pergerakan harga saham PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) kini tengah menjadi sorotan tajam di kalangan pelaku pasar modal Indonesia. Emiten kontraktor pertambangan milik Grup Bakrie ini menunjukkan performa harga yang cukup signifikan pada awal Maret 2026. Meskipun berada di level harga yang tinggi, daya tarik saham ini seolah tidak memudar bagi para investor.

Berdasarkan data penutupan perdagangan pada hari Senin (2/3/2026), saham DEWA bertengger di posisi Rp500 per lembar saham. Angka ini mencerminkan valuasi yang tergolong premium jika dibandingkan dengan rata-rata historisnya. Kondisi pasar saat ini memicu diskusi hangat mengenai potensi pertumbuhan jangka panjang dari perusahaan tersebut.

Secara fundamental, saham DEWA tercatat memiliki rasio price to earnings (P/E) yang mencapai angka 65,50 kali. Selain itu, rasio price to book value (PBV) perusahaan ini juga berada pada level 4,56 kali. Metrik keuangan tersebut menunjukkan bahwa harga pasar saat ini jauh melampaui nilai buku perusahaannya sendiri.

Jika dibandingkan dengan rata-rata industri, valuasi emiten kontraktor tambang ini memang terlihat jauh lebih mahal. IDX Sector Energy saat ini rata-rata hanya memiliki PER sebesar 32,07 kali serta PBV di angka 2,30 kali. Perbedaan yang mencolok ini mengundang pertanyaan besar mengenai rasionalitas harga saham DEWA di lantai bursa.

Meskipun valuasinya sudah melambung tinggi, sentimen positif justru datang dari kalangan pengamat pasar modal. Para analis yang secara rutin memantau pergerakan saham DEWA justru menunjukkan sikap yang sangat optimistis. Mereka secara kompak memberikan pandangan yang mendukung terhadap prospek bisnis perusahaan ke depan.

Hingga saat ini, mayoritas analis yang mengulas saham DEWA tetap memberikan rekomendasi beli bagi para investor. Hal ini cukup mengejutkan mengingat harga sahamnya yang sudah melampaui rata-rata valuasi sektor energi secara umum. Kepercayaan analis ini didasarkan pada berbagai faktor fundamental dan prospek proyek di masa mendatang.

Keputusan untuk mengoleksi saham DEWA kini kembali berada di tangan para investor dengan mempertimbangkan risiko yang ada. Fenomena harga premium ini membuktikan bahwa minat terhadap emiten Grup Bakrie ini masih sangat tinggi di pasar. Investor diharapkan tetap waspada dan melakukan analisis mendalam sebelum mengambil langkah investasi strategis.

Sumber: Premium.bisnis

https://premium.bisnis.com/read/20260302/656/1957044/harga-premium-darma-henwa-dewa-masih-layak-dikoleksi