INFOTREN.ID - Kabar mengenai penampakan seekor satwa yang diduga kuat merupakan macan tutul telah menggemparkan jagat media sosial dalam beberapa waktu terakhir. Kejadian ini berpusat di kawasan hutan Cangar, yang menjadi wilayah konservasi di bawah pengawasan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tahura Raden Soerjo.
Menanggapi kehebohan yang terjadi di ranah digital tersebut, pihak UPT Tahura Raden Soerjo segera mengambil langkah investigasi. Mereka berupaya memastikan keaslian video yang telah viral dan menarik perhatian publik luas tersebut.
Hingga saat ini, pihak berwenang terkait masih belum bisa memberikan konfirmasi resmi mengenai kebenaran rekaman video yang beredar luas tersebut. Proses penelusuran fakta di lapangan masih terus dilakukan secara intensif oleh tim terkait.
Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat di UPT Tahura Raden Soerjo, Ajat Sudrajat, menyatakan bahwa verifikasi konten digital tersebut sedang menjadi fokus utama mereka. Mereka sedang memeriksa keabsahan bukti visual yang tersebar di internet.
"Kami belum ada info (soal unggahan tersebut) dan belum terverifikasi kebenarannya. Sebab, sekarang banyak sekali info-info yang ingin viral dari semua pembuat konten," kata Ajat Sudrajat, pada hari Kamis, 21 Mei 2026.
Selain fokus pada pembuktian keaslian video, petugas pengawas di kawasan konservasi tersebut juga belum menemukan indikasi keberadaan predator tersebut. Rutinitas pengawasan rutin sejauh ini tidak menunjukkan adanya jejak atau tanda-tanda macan.
Ajat Sudrajat menegaskan bahwa hasil pengawasan rutin mereka belum mengarah pada penemuan satwa liar tersebut. "Kami belum pernah menemukan," tandas Ajat.
Klarifikasi resmi ini muncul sebagai respons langsung terhadap unggahan video pendek yang dibagikan oleh akun TikTok bernama @Wong Mojokerto. Akun tersebut mengklaim telah merekam penampakan satwa yang menyerupai macan di sekitar area hutan Cangar.
Dilansir dari Detikcom pada Kamis (21/5/2026), proses verifikasi ini penting dilakukan untuk mencegah informasi yang tidak akurat menyebar lebih jauh di masyarakat, terutama mengenai keberadaan satwa dilindungi.