INFOTREN.ID - Jakarta – Pernahkah Anda bertanya-tanya mengenai sumber peredaran uang di Indonesia? Pertanyaan ini sering muncul ketika harga barang kebutuhan pokok melonjak atau nilai tukar rupiah mengalami pelemahan terhadap mata uang asing.

Jawaban atas fenomena ekonomi tersebut ternyata dapat ditelusuri melalui sebuah indikator penting yang kerap terabaikan oleh publik, yaitu uang primer atau yang juga dikenal sebagai base money. Angka ini bukan sekadar catatan dalam laporan keuangan semata.

Pengaturan terhadap uang primer ini memegang peranan krusial dalam menentukan laju pertumbuhan ekonomi suatu negara. Selain itu, ia juga berpengaruh pada kestabilan harga komoditas pokok.

Lebih jauh lagi, uang primer memiliki kaitan erat dengan kekuatan posisi mata uang domestik, dalam hal ini rupiah, di kancah internasional. Pengendaliannya oleh otoritas moneter menjadi sangat vital.

Lantas, apa sebenarnya uang primer yang dikendalikan oleh Bank Indonesia? Indikator ini merujuk pada keseluruhan uang yang secara langsung berada di tangan masyarakat dan cadangan bank-bank umum yang disimpan di bank sentral.

Uang primer ini meliputi uang kartal yang beredar di masyarakat, seperti uang kertas dan logam, serta uang giral yang ada di rekening giro bank umum. Cadangan bank di bank sentral juga merupakan bagian dari uang primer.

Bank Indonesia bertanggung jawab penuh dalam mengendalikan jumlah uang primer yang beredar di perekonomian. Pengawasan ketat ini dilakukan melalui berbagai instrumen kebijakan moneter yang tersedia.

Tujuan utama dari pengendalian uang primer adalah untuk menjaga stabilitas moneter, yang pada gilirannya akan berdampak positif pada stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Bank sentral berupaya menyeimbangkan antara kebutuhan likuiditas ekonomi dengan pengendalian inflasi.

Kebijakan yang ditempuh oleh Bank Indonesia dalam mengelola uang primer dapat memengaruhi tingkat suku bunga, jumlah kredit yang disalurkan oleh bank, dan pada akhirnya memengaruhi daya beli masyarakat serta kinerja ekspor dan impor.