DENPASAR,INFOTREN.ID — Dalam satu kalimat singkat, Gubernur Bali Wayan
Koster menutup isu yang sedang ramai dibicarakan lintas negara: peringatan
perjalanan dari pemerintah Korea Selatan.
“Aman, kan sudah ditangani oleh Polda,” ujarnya, Selasa
(7/4/2026).
Tidak ada penjelasan tambahan. Tidak ada rincian situasi di
lapangan. Tidak ada imbauan khusus bagi wisatawan.
Ketika ditanya lebih lanjut, responsnya tetap sama
singkatnya—bahkan cenderung meredam urgensi.
“Sudah itu, biarkan saja dulu. Nanti situasi baik akan balik
sendiri.”
Pernyataan itu menyiratkan satu hal: bagi pemerintah daerah,
travel warning tersebut bukan sesuatu yang mendesak untuk direspons secara
terbuka.
Di sisi lain, narasi yang datang dari luar Bali bergerak ke
arah berbeda.
Kedutaan Besar Korea Selatan, melalui pernyataan resmi pada
1 April 2026, justru meminta warganya untuk meningkatkan kewaspadaan.
Peringatan itu tidak muncul tanpa konteks. Ia menyebut secara spesifik adanya
peningkatan kasus kejahatan serius yang menyasar warga asing, terutama di
kawasan wisata seperti Jimbaran, Seminyak, dan Canggu.
Bukan wilayah pinggiran. Ini adalah jantung pariwisata Bali.