• INFOTREN.ID - Fenomena "self love" atau mencintai diri sendiri kian populer beberapa tahun terakhir. Namun, pandangan yang keliru seringkali menganggapnya sebagai bentuk keegoisan atau memanjakan diri yang berlebihan.

Padahal, konsep mencintai diri sendiri memiliki makna yang jauh lebih mendalam. Ini mencakup kemampuan untuk menerima diri apa adanya, menghargai nilai diri, serta memenuhi kebutuhan fisik dan emosional secara sehat.

Sikap ini juga meliputi penetapan batasan yang jelas, menjaga kesehatan mental, dan memberikan ruang bagi pertumbuhan pribadi tanpa terbebani rasa bersalah yang terus-menerus.

Di tengah kesibukan aktivitas, tekanan pekerjaan, dan tuntutan sosial yang semakin tinggi, membina hubungan yang baik dengan diri sendiri menjadi pondasi krusial untuk menjaga kesejahteraan mental.

Ketika seseorang mulai menginternalisasi self love, berbagai aspek kehidupannya, termasuk relasi dengan orang lain, secara perlahan akan bertransformasi ke arah yang lebih positif.

"Saat seseorang mulai mencintai dirinya sendiri, berbagai aspek kehidupan, termasuk hubungan dengan orang lain, perlahan ikut berubah ke arah yang lebih positif," demikian dijelaskan dalam pemaparan The Happiness Doctor.

Salah satu perubahan signifikan adalah kemampuan untuk memilih pasangan hidup dengan lebih bijak. Seseorang yang mengutamakan self love tidak lagi terburu-buru memilih pasangan hanya berdasarkan ketertarikan sesaat.

Ia memahami bahwa hubungan yang sehat dibangun di atas fondasi saling menghargai, kepercayaan, dan dukungan untuk berkembang bersama. "Ia mulai memahami bahwa hubungan yang sehat dibangun di atas rasa saling menghargai, kepercayaan, serta dukungan untuk berkembang bersama," demikian penjelasan yang disajikan.

Dengan kesadaran akan nilai dirinya, seseorang tidak akan bertahan dalam hubungan yang penuh drama, manipulasi, atau ketidakjelasan. Sebaliknya, ia akan lebih memilih pasangan yang mampu memberikan rasa aman, menghormati batasan pribadi, dan berkomitmen secara sehat.