INFOTREN.ID - Sebuah insiden udara tragis mengguncang Semenanjung Krimea pada hari Selasa, setelah pesawat angkut militer Rusia jenis An-26 dilaporkan jatuh menimpa tebing. Peristiwa nahas ini mengakibatkan seluruh penumpang dan awak di dalamnya meninggal dunia.

Total korban jiwa dalam kecelakaan tunggal tersebut dipastikan mencapai 29 orang, terdiri dari kru pesawat dan penumpang sipil maupun militer. Kementerian Pertahanan Rusia segera mengeluarkan pernyataan awal mengenai kemungkinan penyebab jatuhnya pesawat tersebut.

Pihak kementerian menduga bahwa akar permasalahan dari kecelakaan fatal ini kemungkinan besar disebabkan oleh adanya kerusakan teknis pada sistem pesawat. Investigasi lebih lanjut kini sedang dilakukan untuk mengonfirmasi dugaan awal tersebut.

Kantor berita TASS menjadi media pertama yang mengutip keterangan resmi dari Kementerian Pertahanan Rusia mengenai kronologi hilangnya kontak dengan pesawat. Komunikasi dengan An-26 tersebut dilaporkan terputus pada sekitar pukul 18.00 waktu setempat.

Pesawat nahas itu tengah menjalankan misi penerbangan rutin yang direncanakan melintasi wilayah udara Semenanjung Krimea saat insiden terjadi. Wilayah Krimea sendiri dikenal memiliki bentang alam yang cukup menantang, didominasi pegunungan hingga mencapai pesisir Laut Hitam.

Semenanjung Krimea memiliki status geopolitik yang sensitif, mengingat wilayah tersebut dianeksasi oleh Federasi Rusia dari Ukraina sejak tahun 2014. Kejadian ini tentu berpotensi memicu perhatian luas dari dunia internasional.

Tim pencarian dan penyelamat dikerahkan segera setelah hilangnya kontak dengan pesawat kargo tersebut. Upaya intensif membuahkan hasil ketika tim berhasil mengidentifikasi dan menemukan lokasi jatuhnya pesawat.

"Kementerian Pertahanan melaporkan bahwa tim pencarian telah menemukan lokasi bencana," ujar TASS mengutip sumber resmi.

Detail mengenai jumlah korban kemudian dikonfirmasi berdasarkan temuan di lokasi kejadian. "Menurut laporan dari lokasi tersebut, enam awak dan 23 penumpang di dalamnya tewas," imbuhnya, dilansir dari kantor berita Reuters, Rabu (1/4/2026).