INFOTREN.ID - Sebuah insiden memilukan mengguncang Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang berlokasi di Kota Bekasi, Jawa Barat. Peristiwa ini berupa longsoran masif dari gunungan sampah yang mengakibatkan hilangnya empat nyawa warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta segera memberikan keterangan resmi mengenai penyebab utama dari bencana yang terjadi di area pembuangan sampah tersebut. Mereka menegaskan bahwa faktor alam menjadi pemicu utama tragedi ini.
Menurut investigasi awal, curah hujan dengan intensitas tinggi dan berlangsung dalam durasi yang cukup lama menjadi biang keladi ketidakstabilan struktur tumpukan sampah. Kondisi tanah dan sampah yang jenuh air memicu pergerakan material yang sangat besar.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, merinci waktu pasti terjadinya musibah mengerikan itu. Peristiwa nahas tersebut terjadi pada hari Minggu, tepatnya tanggal 8 Maret 2026, sekitar pukul 14.30 WIB.
Saat kejadian berlangsung, situasi di lokasi TPST Bantargebang tengah ramai oleh aktivitas operasional. Beberapa truk sampah sedang menunggu giliran untuk membongkar muatan material yang mereka bawa.
"Saat truk sampah sedang mengantre untuk melakukan pembongkaran muatan sampah, tiba-tiba terjadi longsor yang menimpa 5 unit truk sampah dan 1 warung di sekitar lokasi," kata Isnawa Adji, dilansir Antara, Senin (9/3/2026).
Suksesi di Teheran: Kedubes Iran Tegaskan Kepemimpinan Tertinggi Bukan Berpusat pada Satu Sosok
Dampak dari longsoran sampah tersebut sangat signifikan, tidak hanya merenggut korban jiwa. Lima unit truk pengangkut sampah dilaporkan tertimbun material, bersama dengan satu unit warung yang berada di area terdampak langsung.
Tragedi ini menjadi pengingat serius akan potensi bahaya yang tersimpan di lokasi penampungan limbah dalam skala besar seperti Bantargebang. Pihak berwenang kini fokus pada upaya pencarian dan penanganan dampak lanjutan pasca-longsor.

