INFOTREN.ID - Sebuah kecelakaan tunggal yang tragis menimpa sebuah dump truk di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu, 20 Mei 2026. Peristiwa nahas tersebut terjadi di area yang dikenal rawan, yakni Jalan Raya Takari-Lelogama, tepatnya di wilayah Gunung Naitonis, Desa Oh'aem I, Kecamatan Amfoang Selatan.
Insiden ini mengakibatkan dua orang penumpang meninggal dunia di lokasi kejadian. Selain korban jiwa, kecelakaan yang melibatkan truk bernomor polisi DH 8265 BH ini juga menyebabkan empat penumpang lainnya mengalami luka-luka serius.
Penyebab utama kecelakaan diduga kuat karena kegagalan teknis pada kendaraan tersebut. Kronologi menunjukkan bahwa as roda truk tiba-tiba terlepas saat kendaraan melaju di jalanan menurun yang cukup curam di lokasi tersebut.
Pihak kepolisian sektor setempat segera merespons kejadian ini dan memberikan penanganan awal di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Setelah melakukan langkah awal, penanganan lebih lanjut atas kasus kecelakaan ini telah dialihkan sepenuhnya kepada Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kupang.
Kepolisian membenarkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. "Ya, dua orang meninggal," ungkap Kapolsek Amfoang Selatan, Ipda Andy Gunawan, saat memberikan konfirmasi kepada media pada Kamis, 21 Mei 2026.
Ipda Andy Gunawan menambahkan bahwa peran Polsek Amfoang Selatan adalah memberikan bantuan awal di TKP sebelum menyerahkan seluruh data lengkap kepada Polres Kupang. "Data lebih lengkapnya ada di Polres Kupang. Kami dari Polsek Amfoang Selatan hanya membantu turun ke tempat kejadian perkara (TKP)," ujar Andy singkat.
Kasi Humas Polres Kupang, Ipda Lalu Randy Hidayat, kemudian memberikan rincian lebih lanjut mengenai kronologi dan identitas para korban. "Betul, mengakibatkan dua orang korban jiwa serta empat orang lainnya mengalami luka-luka," ujar Ipda Lalu Randy Hidayat kepada wartawan pada Kamis, 21 Mei 2026.
Dikutip dari Detikcom, truk tersebut diketahui mengangkut total tujuh orang, yang dikemudikan oleh Niko Baitanu (32). Kendaraan tersebut sedang bergerak dari arah Lelogama menuju Takari saat kecelakaan terjadi.
Saat melintasi turunan, sopir sempat berusaha mengendalikan truk yang melaju kencang akibat as roda yang copot. Upaya sopir untuk menggeser badan truk ke tembok penahan jalan justru berujung fatal bagi beberapa penumpang.