INFOTREN.ID - Gelombang duka menyelimuti Republik Islam Iran setelah tiga pejabat tingginya dilaporkan gugur dalam serangkaian serangan yang dikaitkan dengan Israel dalam kurun waktu dua hari terakhir. Peristiwa ini menjadi pukulan telak bagi struktur keamanan dan intelijen negara tersebut.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, secara resmi menyampaikan rasa dukacitanya yang mendalam atas kehilangan personel kunci dalam insiden yang terjadi secara beruntun tersebut. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa semangat perjuangan Iran tidak akan padam.
"Perjuangan Iran akan tetap berjalan dan lebih kuat," tegas Presiden Pezeshkian, menunjukkan keteguhan meskipun menghadapi tragedi besar ini. Pernyataan tersebut menggarisbawahi tekad Teheran untuk melanjutkan agenda nasionalnya.
Salah satu korban terbaru yang dikonfirmasi adalah Menteri Intelijen Iran, Esmail Khatib. Konfirmasi mengenai kematiannya disampaikan langsung oleh Presiden Pezeshkian.
Informasi mengenai gugurnya Menteri Khatib ini datang setelah pihak Israel melalui Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengklaim bahwa pejabat Iran tersebut telah tewas. Klaim ini semakin memperkuat dugaan keterlibatan Israel dalam serangan tersebut.
Kematian Khatib merupakan pembunuhan ketiga yang menimpa pejabat tinggi Iran hanya dalam rentang waktu dua hari terakhir. Ini menandai eskalasi signifikan dalam ketegangan regional yang sedang berlangsung.
Sebelumnya, dua tokoh penting lainnya juga dilaporkan tewas dalam serangan udara Israel yang terjadi pada hari Selasa, 17 Maret. Kedua tokoh tersebut memiliki peran strategis dalam struktur pertahanan Iran.
Mereka yang gugur sebelumnya adalah Kepala Keamanan Iran, Ali Larijani, dan juga Gholamreza Soleimani, yang menjabat sebagai kepala pasukan paramiliter Basij. Kedua tokoh ini adalah pilar penting dalam sistem keamanan Iran.
Kabar mengenai kematian para pejabat ini pertama kali diangkat oleh media internasional. "Tiga pejabat tinggi Iran gugur dibunuh Israel dalam dua hari serangan," demikian laporan yang beredar luas.

