INFOTREN.ID - Momen Lebaran selalu diiringi gempuran promosi belanja yang masif, mulai dari flash sale hingga cashback spesial Ramadan. Secara tidak sadar, notifikasi belanja ini sering memicu perilaku konsumtif pada masyarakat menjelang hari raya.

Banyak konsumen terdorong untuk berbelanja bukan berdasarkan kebutuhan mendesak, melainkan karena terbawa suasana atau euforia pencairan Tunjangan Hari Raya (THR). Jika tidak dikendalikan, dana yang seharusnya bermanfaat bisa habis dan mengganggu arus kas pasca-Lebaran.

Salah satu pemicu utama perilaku boros adalah munculnya fear of missing out (FOMO), yaitu rasa takut ketinggalan tren atau kesempatan diskon yang ditawarkan. Fitur seperti hitung mundur diskon atau label "stok tinggal sedikit" seringkali memaksa konsumen mengambil keputusan cepat.

Faktor sosial juga berperan penting, di mana keinginan untuk tampil segar dan prima saat berkumpul dengan keluarga mendorong pemaksaan pembelian barang baru seperti pakaian atau gadget. Kombinasi emosi dan godaan ini membuat keputusan belanja cenderung tidak rasional.

Untuk mengatasi hal tersebut, pengelolaan anggaran sejak awal menjadi kunci utama agar perayaan hari raya tetap meriah tanpa dibayangi tekanan finansial. Praktik pemisahan anggaran ini sebenarnya memiliki akar historis, mirip kebiasaan orang tua menyimpan uang di tempat terpisah.

Saat ini, prinsip pemisahan dana tersebut bisa dilakukan secara modern, misalnya melalui fitur pemisahan rekening seperti Kantong pada Bank Jago. Fitur yang dapat dipersonalisasi ini memungkinkan pengguna membagi dana THR untuk pos kebutuhan Lebaran, tabungan, dan pengeluaran harian.

"Fitur Kantong atau Pocket dari Bank Jago menjadi salah satu contoh bagaimana kebiasaan lama tersebut dihadirkan kembali dalam bentuk yang lebih praktis dan modern," ujar salah satu sumber, menggarisbawahi kemudahan modernisasi pengelolaan dana.

Selain untuk pengeluaran konsumtif, Aplikasi Jago dan Jago Syariah memberi ruang bagi pengguna mengalokasikan THR untuk investasi jangka panjang. Sebagian dana dapat dimasukkan ke Deposito Jago atau diinvestasikan melalui mitra platform digital seperti Bibit dan Stockbit.

Dilansir dari IDN Times, sebuah skema pembagian THR yang cukup aman disarankan, yaitu mengalokasikan 40 persen untuk kebutuhan Lebaran dan mudik. Kemudian, 30 persen dialokasikan untuk dana darurat atau tabungan, 20 persen untuk kewajiban/cicilan, dan sisanya 10 persen untuk self-reward.