INFOTREN.ID - Siap-siap untuk sebuah drama politik yang lebih seru dari sinetron! Thailand baru saja menggelar pemilu yang hasilnya bisa menentukan nasib negara itu untuk beberapa tahun ke depan. Tapi, ada yang bilang, pemilu ini justru berpotensi bikin Thailand makin runyam. Kok bisa?
Pertarungan Tiga Poros
Pemilu Thailand kali ini disebut-sebut sebagai ajang "pertarungan tiga poros". Tiga partai politik utama saling adu kekuatan untuk memperebutkan kursi kekuasaan. Ada Partai Bhumjaithai yang konservatif (partai penguasa saat ini), Partai Rakyat (People’s Party) yang progresif, dan Partai Pheu Thai yang populis.
"Sebagian besar survei pra-pemilu mensinyalir akan terjadinya pembagian mandat yang terpecah, yang berisiko memicu babak baru kelumpuhan politik di negara tersebut," dilansir dari Bloomberg (8/2).
Ekonomi Jadi Taruhan Utama
Selain urusan politik, ada hal lain yang nggak kalah penting, yaitu ekonomi Thailand. Negara ini lagi berjuang menghadapi lonjakan utang dan penyusutan tenaga kerja. Belum lagi, pertumbuhan ekonomi Thailand masih jauh tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga.
Risiko Kebuntuan dan Krisis Politik
Laura Schwartz, analis senior Asia di perusahaan intelijen risiko Verisk Maplecroft, mewanti-wanti soal potensi ketidakstabilan politik di Thailand. "Pertempuran elektoral tiga arah di Thailand ini menyiapkan negara tersebut untuk ketidakstabilan politik (krisis politik – read) yang berkepanjangan dalam beberapa bulan ke depan, atau bahkan lebih lama lagi," ujarnya.
Siapa yang Bakal Menang?