INFOTREN.ID - Di era digital yang begitu dinamis, kita kerap kali dibanjiri oleh berbagai macam informasi setiap harinya. Kemudahan akses ini, sayangnya, sering kali membuat kita terpapar pada berita-berita negatif yang tiada henti.

Beragam kabar buruk, mulai dari konflik global, bencana alam, hingga isu-isu sosial yang menguras emosi, terus mendominasi layar gawai kita. Paparan yang konstan ini dapat membentuk pola ketegangan psikologis yang bersifat kronis, bahkan meluas menjadi fenomena kolektif di tengah masyarakat.

Fenomena yang dikenal sebagai "doomscrolling" ini, yaitu kebiasaan mencari dan membaca berita buruk secara berulang di internet, ternyata memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan mental. Perilaku ini dapat menciptakan siklus kecemasan yang sulit dihentikan.

Fenomena "doomscrolling" ini, menurut seorang psikolog klinis dari Universitas Gadjah Mada (UGM), dapat memicu kondisi yang disebut sebagai "learned helplessness". Keadaan ini membuat seseorang merasa tidak berdaya untuk mengubah situasi yang ada, meskipun sebenarnya masih ada peluang untuk bertindak.

"Kondisi ini dapat memicu 'learned helplessness'," ujar Pamela Andari Priyudha, M Psi, Psikolog, seorang psikolog klinis dari Universitas Gadjah Mada (UGM). "Ini adalah keadaan di mana seseorang merasa tidak berdaya mengubah situasi, padahal ada peluang yang bisa diambil," tambahnya.

Pamela Andari Priyudha, M Psi, Psikolog, menekankan bahwa paparan informasi negatif yang terus-menerus ini dapat menciptakan ketegangan psikologis yang bersifat kronis. Hal ini tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga dapat membentuk ketegangan kolektif di masyarakat.

Lebih lanjut, Pamela menjelaskan mekanisme di balik fenomena ini. "Learned helplessness" menggambarkan ketika seseorang merasa putus asa dan pasrah terhadap suatu keadaan, bahkan ketika ada kesempatan untuk membuat perubahan positif. Perasaan tidak berdaya ini dapat melumpuhkan motivasi untuk bertindak.

Dikutip dari JAKARTAHYPE.COM, kebiasaan mencari berita buruk secara berulang ini, atau "doomscrolling", telah terbukti memiliki dampak yang signifikan. Dampak tersebut meliputi pembentukan ketegangan psikologis yang bersifat kronis dan meluas ke ranah kolektif.

Untuk mengatasi kebiasaan berbahaya ini, diperlukan kesadaran diri dan strategi yang tepat. Membatasi waktu paparan berita, mencari sumber informasi yang lebih positif, dan melakukan aktivitas yang menenangkan dapat menjadi langkah awal yang baik.