Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) mengawali perdagangan Maret 2026 dengan performa yang kurang memuaskan. Tekanan jual terlihat jelas seiring dengan memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Investor cenderung bersikap hati-hati memantau perkembangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang kian meruncing.
Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), emiten tambang raksasa ini mengalami koreksi harga yang cukup signifikan. Pada penutupan perdagangan Senin (2/3/2026), nilai saham AMMN tercatat merosot hingga 4,58 persen. Penurunan tersebut membawa harga saham perusahaan berada di posisi Rp7.300 per lembar pada hari perdana perdagangan bulan tersebut.
Pelemahan ini terjadi di tengah kondisi pasar modal domestik yang sedang tidak menentu akibat sentimen global yang negatif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun terpaksa bergerak melandai mengikuti arus pelemahan yang melanda bursa. Konflik internasional ini menjadi faktor utama yang memicu aksi jual oleh para pelaku pasar di tanah air.
AMMN tercatat sebagai salah satu kontributor utama dalam penurunan indeks pasar modal Indonesia secara keseluruhan. Saham pertambangan emas dan tembaga ini menyumbang pelemahan IHSG sebesar minus 10,62 poin. Hal ini menempatkan AMMN di urutan ketujuh dalam jajaran *top laggards* atau saham pemberat indeks di bursa.
Sektor pertambangan memang dikenal sangat sensitif terhadap isu politik internasional dan fluktuasi ekonomi global. Ketegangan antara Washington dan Teheran menciptakan ketidakpastian yang berdampak langsung pada minat beli para investor. Akibatnya, saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar seperti AMMN menjadi sasaran utama pelepasan aset oleh pemodal.
Dinamika pasar saat ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh eksternal terhadap stabilitas ekonomi dalam negeri. Para pelaku pasar nampaknya lebih memilih untuk mengamankan modal mereka di tengah ancaman eskalasi perang yang mungkin meluas. Situasi ini membuat volume perdagangan saham AMMN mengalami tekanan yang cukup tajam selama dua hari perdagangan terakhir.
Hingga saat ini, para analis terus memantau apakah tekanan pada saham AMMN ini bersifat sementara atau akan berlanjut. Fokus utama pasar tetap tertuju pada resolusi konflik di mancanegara yang menjadi motor penggerak sentimen saat ini. Masa depan pergerakan harga saham AMMN akan sangat bergantung pada stabilitas politik global dalam beberapa waktu ke depan.
Sumber: Premium.bisnis

