INFOTREN.ID - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami sesi perdagangan yang berat pada hari Senin, 6 April, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus menelan koreksi cukup dalam. Tekanan jual yang dominan sepanjang sesi pagi membuat pergerakan indeks bergerak di zona merah.
Secara akumulatif, IHSG tercatat mengalami kemerosotan tajam, menutup sesi pertama dengan kehilangan 55,777 poin dari penutupan sebelumnya. Penurunan persentase yang dicatatkan mencapai 0,79% dari posisi pembukaan pasar.
Akhir dari sesi pertama perdagangan tersebut mengantarkan IHSG berada di level terendah sementara yaitu di angka 6.971,005. Angka ini mengindikasikan adanya sentimen negatif yang kuat mewarnai sentimen investor domestik maupun asing.
Menariknya, di tengah pelemahan indeks utama, sektor Barang Konsumen Non-Primer justru menunjukkan performa yang kontras dan menggembirakan. Sektor ini berhasil mencatatkan kenaikan signifikan yang memberikan sedikit penyeimbang.
Sektor Barang Konsumen Non-Primer dilaporkan melonjak sebesar 1,61% pada penutupan sesi pertama tersebut. Hal ini mengindikasikan bahwa permintaan terhadap barang-barang konsumsi pokok masih cukup resilien.
Sementara itu, daftar saham yang menjadi penekan terbesar pergerakan indeks terlihat jelas dari jajaran top losers LQ45. Saham-saham berkapitalisasi besar ini menunjukkan pelemahan harga yang signifikan.
Tiga emiten yang mendominasi daftar saham pelemah terbesar pada sesi tersebut adalah BREN, DSSA, dan MAPI. Pergerakan saham-saham ini menjadi cerminan utama dari sentimen negatif pasar secara keseluruhan.
Fokus investor kini tertuju pada bagaimana kinerja sektor-sektor lain dapat menahan laju pelemahan IHSG menjelang penutupan perdagangan sesi kedua. Kinerja saham-saham unggulan di LQ45 akan sangat menentukan arah indeks.