INFOTREN.ID - Republik Islam Iran kembali menyuarakan sikap kerasnya mengenai konfrontasi geopolitik yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah. Sikap ini berpusat pada penolakan tegas terhadap intervensi dan kebijakan luar negeri Amerika Serikat serta Israel.
Ketegasan ini diungkapkan langsung oleh salah satu pejabat tinggi di Kementerian Luar Negeri Iran. Pernyataan tersebut menggarisbawahi bahwa garis pertahanan Tehran telah ditetapkan secara final dan tidak dapat dinegosiasikan lagi.
Pernyataan penting mengenai posisi Iran ini disampaikan pada hari Jumat lalu oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran. Sosok yang menyampaikan hal ini adalah Saeed Khatibzadeh, yang memberikan penekanan kuat pada determinasi nasional.
Menurut Khatibzadeh, situasi saat ini telah memaksa Iran untuk mengambil langkah ekstrem dalam mempertahankan kedaulatan dan kepentingan regionalnya. Tidak adanya jalur diplomasi yang efektif menjadi pembenaran atas sikap militan ini.
Saeed Khatibzadeh secara eksplisit menyampaikan bahwa perjuangan Iran melawan dua kekuatan besar tersebut akan berlangsung hingga akhir kemampuan mereka. Ini menunjukkan tingkat keseriusan dalam menghadapi ancaman yang dirasakan.
"Iran bertekad melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel hingga peluru terakhir dan tentara terakhir, karena tidak punya pilihan lain," ujar Wakil Menteri Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh pada hari Jumat.
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa bagi Teheran, perlawanan ini bukan lagi opsi pilihan, melainkan sebuah keharusan mutlak demi kelangsungan ideologi dan posisi strategis mereka. Sikap ini dikonfirmasi oleh Khatibzadeh.
Ini menggarisbawahi bahwa eskalasi retorika ini sejalan dengan peningkatan ketegangan yang berkelanjutan antara Iran dengan aliansi Barat dan Israel dalam berbagai isu regional, dilansir dari sumber berita terkait.

