Ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjadi saksi bisu pernyataan emosional dari advokat Marcella Santoso. Dalam agenda pembacaan duplik, ia secara terbuka menyatakan dedikasinya yang mendalam terhadap bangsa Indonesia. Momen ini menarik perhatian para pengunjung sidang yang hadir pada Jumat (27/2) lalu. Atmosfer persidangan terasa lebih khidmat saat ia mulai membacakan poin-poin pembelaan terakhirnya.
Marcella Santoso berdiri di hadapan majelis hakim untuk menanggapi replik dari pihak lawan secara komprehensif. Ia menekankan bahwa setiap langkah hukum yang diambilnya selalu berlandaskan pada kecintaan terhadap kepentingan nasional. Pernyataan tersebut merupakan bagian inti dari dokumen duplik yang telah disusun secara saksama oleh tim hukumnya. Melalui narasi ini, ia berupaya meyakinkan hakim mengenai integritasnya sebagai warga negara yang patuh hukum.
Persidangan yang berlangsung di jantung ibu kota ini merupakan kelanjutan dari rangkaian proses hukum yang cukup panjang. Kehadiran Marcella di kursi pesakitan menjadi sorotan publik mengingat profesinya sebagai seorang praktisi hukum senior. Ia menegaskan bahwa komitmennya terhadap Indonesia tidak pernah luntur meski sedang menghadapi persoalan hukum yang berat. Hal ini dianggap sebagai upaya nyata untuk menjaga nama baik serta martabat profesinya di mata masyarakat. "Marcella Santoso menegaskan komitmennya terhadap Indonesia saat membacakan duplik dalam persidangan," ujar salah satu saksi mata di lokasi kejadian. Ia menyatakan bahwa rasa cinta tanah air adalah landasan utama dalam menjalankan seluruh tugas profesionalnya selama ini. Pernyataan tersebut diharapkan mampu memberikan perspektif baru bagi majelis hakim sebelum mengambil keputusan final. Penekanan pada aspek nasionalisme ini menjadi strategi pembelaan yang sangat menonjol dalam persidangan tersebut.
Pernyataan nasionalisme yang kuat ini diharapkan dapat mempengaruhi pertimbangan hakim dalam menjatuhkan vonis nantinya. Publik kini tengah menunggu bagaimana majelis hakim akan merespons pembelaan yang sarat dengan pesan patriotisme tersebut. Jika argumen ini diterima, hal tersebut bisa menjadi preseden penting dalam kasus-kasus serupa di masa depan. Dampak dari pernyataan ini juga memperkuat citra Marcella sebagai sosok yang tetap loyal pada negara dalam kondisi apa pun.
Setelah proses pembacaan duplik berakhir, persidangan akan segera memasuki tahap krusial yaitu pembacaan putusan oleh majelis hakim. Seluruh pihak yang terlibat kini tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi babak akhir dari sengketa hukum yang menyita perhatian ini. Marcella sendiri tampak tetap tenang dan optimis setelah menyampaikan seluruh argumen pembelaannya di depan muka persidangan. Pihak Pengadilan Negeri Jakarta Pusat akan menjadwalkan agenda pembacaan vonis dalam waktu dekat.
Kasus ini terus mengundang perhatian luas dari berbagai kalangan praktisi hukum dan akademisi di tanah air. Penegasan cinta tanah air di dalam ruang sidang memberikan warna tersendiri pada dinamika penegakan hukum di Indonesia. Marcella Santoso berharap keadilan dapat ditegakkan seadil-adilnya berdasarkan fakta-fakta yang telah terungkap selama proses persidangan. Sidang akhirnya ditutup dengan harapan besar akan adanya keputusan yang objektif, transparan, dan berkeadilan.
Sumber: Mediaindonesia

