Dunia pasar modal Indonesia kembali dihebohkan oleh pergerakan terbaru dari investor legendaris, Lo Kheng Hong. Sosok yang kerap dijuluki Warren Buffett Indonesia ini diketahui mulai menambah portofolionya pada emiten ritel ternama. Langkah strategis tersebut langsung menjadi sorotan para pelaku pasar yang memantau pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia.

Berdasarkan data terbaru dari Bursa Efek Indonesia (BEI), porsi kepemilikan Lo Kheng Hong di PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk. (RALS) kini melampaui angka satu persen. Per tanggal 27 Februari 2026, sang investor kawakan tercatat menguasai sebanyak 153.251.700 lembar saham. Jumlah kepemilikan tersebut setara dengan 2,16 persen dari total saham yang beredar di pasar.

Munculnya nama Lo Kheng Hong dalam daftar pemegang saham signifikan memberikan sentimen positif yang cukup kuat. Pada penutupan perdagangan hari Selasa, 3 Maret 2026, harga saham RALS berakhir di level Rp530 per lembar. Performa ini menunjukkan adanya gairah pasar yang meningkat terhadap emiten yang fokus pada sektor ritel kelas menengah tersebut.

Kenaikan harga saham Ramayana terpantau cukup impresif dalam satu hari perdagangan saja. Saham dengan kode RALS tersebut berhasil menguat sebesar 4,95 persen dibandingkan dengan posisi pembukaan sebelumnya. Para investor tampak merespons positif keterlibatan Lo Kheng Hong yang dikenal memiliki insting tajam dalam memilih saham bernilai tinggi.

Jika melihat tren yang lebih luas sejak awal tahun, kinerja saham RALS menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan. Secara year to date (YtD), harga saham emiten ritel ini telah melesat naik hingga mencapai angka 23,26 persen. Capaian ini melampaui rata-rata pertumbuhan banyak saham lain di sektor yang sama sepanjang periode berjalan.

Hingga saat ini, pasar masih terus mencermati apakah Lo Kheng Hong akan kembali menambah porsi kepemilikannya di masa mendatang. Keterbukaan informasi mengenai kepemilikan di atas satu persen menjadi indikator penting bagi para investor ritel lainnya. Dinamika ini memperlihatkan bahwa sektor ritel konvensional masih memiliki daya tarik kuat di mata pemodal besar.

Fenomena masuknya Lo Kheng Hong ke dalam RALS memberikan angin segar bagi industri ritel nasional yang terus berbenah. Dengan fundamental yang solid dan dukungan investor berpengalaman, masa depan emiten ini diprediksi akan semakin menarik untuk diikuti. Publik kini menanti langkah lanjutan dari manajemen Ramayana dalam mengoptimalkan potensi bisnis mereka di sisa tahun 2026.

Sumber: Premium.bisnis

https://premium.bisnis.com/read/20260304/656/1957521/daya-tarik-ramayana-rals-yang-dikoleksi-lo-kheng-hong