JAKARTA, Infotren.id - Presiden Prabowo Subianto kembali membuat gebrakan di sektor kesehatan. Kali ini, kursi pimpinan tertinggi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan resmi diisi oleh sosok berlatar belakang militer dan medis sekaligus: Mayjen TNI (Purn.) Dr. dr. Prihati Pujowaskito, Sp.JP(K), FIHA.

Pengangkatannya sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan periode 2026-2031 tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 17/P Tahun 2026 yang berlaku mulai 19 Februari 2026. Keputusan ini mencakup pemberhentian dan pengangkatan Dewan Pengawas serta Keanggotaan Direksi BPJS Kesehatan.

Lantas, siapa sebenarnya Prihati Pujowaskito? Mengapa sosoknya dipilih memimpin lembaga yang mengelola jaminan kesehatan 276 juta jiwa lebih ini? Mari kita telusuri profil lengkapnya.

Dari Medan Tempur ke Ruang Operasi Jantung

Pria kelahiran Madiun ini bukanlah nama baru di dunia kesehatan, terutama di lingkungan militer. Sebagian besar kariernya dihabiskan sebagai dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan kardiologi intervensi. Namun, perjalanannya menuju keahlian tersebut terbilang unik dan penuh tantangan.

Semuanya dimulai pada tahun 1990, ketika Prihati muda memutuskan masuk menjadi perwira karier melalui Sekolah Perwira Prajurit Karier (Sepa PK) TNI. Selama sepuluh tahun pertama, ia tidak bertugas di rumah sakit, melainkan di garis depan sebagai dokter di satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Bayangkan, seorang dokter yang harus siap siaga di medan operasi, menangani prajurit di kondisi paling ekstrem. Pengalaman inilah yang kemungkinan besar membentuk mental baja dan kedisiplinannya yang kini dibawa ke dunia kesehatan sipil.

Pendidikan Panjang, Spesialisasi Tajam

Meski sibuk bertugas, Prihati tak pernah berhenti belajar. Ia mengawali pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dan lulus pada tahun 1994.