INFOTREN.ID - Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) baru-baru ini menyuarakan keprihatinan mendalam atas meninggalnya salah satu tenaga medis, dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni, atau yang akrab disapa Dokter Icha. Kejadian tragis ini terjadi di wilayah Timor Tengah Utara (TTU).

Kasus ini menjadi sorotan publik luas setelah muncul dugaan kuat bahwa kematian dr. Icha berkaitan erat dengan depresi yang dialaminya. Depresi tersebut diduga dipicu oleh adanya intimidasi serius yang dilakukan oleh oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.

Insiden memilukan di TTU ini, menurut PDUI, merupakan penanda nyata bahwa daftar kasus kekerasan yang menimpa para dokter dan tenaga kesehatan di seluruh Indonesia terus bertambah. Hal ini mencerminkan adanya kerentanan struktural dalam sistem perlindungan profesi kesehatan di Indonesia.

Ketua Umum Pengurus Pusat PDUI, dr. Ardiansyah Bahar, menyampaikan dukacita cita yang sangat mendalam atas kepergian dr. Icha menghadap Tuhan Yang Maha Esa. Beliau menyampaikan rasa belasungkawa yang tulus kepada seluruh keluarga almarhumah.

Selain itu, dr. Ardiansyah Bahar juga menyampaikan rasa duka cita tersebut kepada seluruh kolega tenaga medis yang kehilangan rekan sejawatnya. Kehilangan ini dirasakan oleh seluruh komunitas kesehatan di Tanah Air.

"Ketua Umum Pengurus Pusat PDUI, dr. Ardiansyah Bahar, menyatakan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian dr. Icha," demikian bunyi pernyataan resmi organisasi tersebut.

Lebih lanjut, PDUI menekankan pentingnya tindakan nyata untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan. Mereka mendorong pemerintah untuk segera memperkuat kerangka hukum perlindungan bagi para tenaga kesehatan.

"Beliau menyampaikan belasungkawa tulus kepada keluarga almarhumah serta seluruh kolega tenaga medis," tambah pernyataan tersebut, menegaskan solidaritas komunitas medis terhadap keluarga yang ditinggalkan.

Tragedi ini menjadi momentum penting bagi pemangku kepentingan untuk meninjau kembali mekanisme perlindungan hukum bagi dokter yang bekerja di lapangan, khususnya dalam menghadapi tekanan dari pihak luar institusi kesehatan.