INFOTREN - Pendidikan tentang manipulasi hampir tidak pernah benar-benar diajarkan. Yang kita pelajari sejak kecil adalah bagaimana menjadi anak baik, menghormati orang lain, menjaga hubungan, memaafkan, dan berkorban. Tetapi hampir tidak ada yang mengajarkan bagaimana mengenali seseorang yang sengaja memanfaatkan semua nilai baik itu untuk mengendalikan kita.
Akibatnya, kesadaran baru muncul setelah ada korban. Setelah
ada berita. Setelah sebuah kasus menjadi viral.
Kasus YTR hanyalah satu nama yang kebetulan muncul di
permukaan. Di luar sana, ada jauh lebih banyak cerita yang tidak pernah menjadi
headline. Tidak masuk podcast. Tidak dibahas di televisi. Tidak menjadi
perhatian publik karena korbannya memilih diam, malu, atau bahkan tidak sadar
bahwa dirinya sedang dimanipulasi.
Polanya hampir selalu sama.
Media mengejar kronologi. Publik mencari siapa yang salah.
Kolom komentar dipenuhi kemarahan. Beberapa hari kemudian muncul kasus baru,
lalu perhatian berpindah.
Yang tertinggal justru pertanyaan yang paling penting.
Bagaimana seseorang bisa dimanipulasi sampai kehilangan
kemampuan melihat kenyataan?
Kita terlalu sibuk mencari monsternya, tetapi jarang
mempelajari bagaimana monster itu bekerja.
Karena kenyataannya, pelaku manipulasi hampir tidak pernah
terlihat seperti monster.