INFOTREN.ID - Sebuah insiden tak terduga terjadi di Kabupaten Grobogan ketika armada Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng mengalami kecelakaan tunggal. Bus tersebut menabrak sebuah warung makan bakso yang berlokasi di pinggir jalan utama kawasan tersebut.
Peristiwa ini terjadi pada hari Senin, 25 Mei 2026, di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan. Informasi awal menyebutkan bahwa penyebab utama kecelakaan ini adalah kondisi kesehatan mendadak yang dialami oleh pengemudi bus saat sedang bertugas.
Kejadian ini telah dikonfirmasi oleh pihak kepolisian setempat. Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Grobogan, Iptu Eko Ari Kisworo, membenarkan peristiwa tersebut berlangsung pada Senin pagi.
"Tidak ada korban jiwa, diselesaikan secara kekeluargaan dan sudah ada kesepakatan ganti rugi dengan pemilik warung," kata Eko Ari Kisworo saat dihubungi media pada hari yang sama.
Kepala Balai Trans Jateng, Agung Pramono, memberikan penjelasan lebih rinci mengenai kronologi kecelakaan bus yang melayani rute Karangawen-Gubug. Menurutnya, bus kehilangan kendali setelah sopir mengalami gangguan pernapasan mendadak.
"Infonya pengemudi kesedak akhirnya batuk-batuk dan tahu-tahu armada nabrak warung. Bus kemudian hantam tiga tiang Wi-Fi dan sebuah warung bakso di pinggir jalan," ujar Agung Pramono saat dihubungi.
Akibat tabrakan tersebut, bangunan warung bakso mengalami kerusakan fisik yang cukup signifikan. Pihak terkait telah melakukan perhitungan mengenai estimasi kerugian materiil yang ditimbulkan oleh insiden ini.
Kasi Operasional Balai Trans Jateng, Bambang Teguh Sugiarto, menyampaikan bahwa kerugian yang harus ditanggung pemilik warung diperkirakan mencapai sekitar Rp 5 juta. Jumlah tersebut mencakup kerusakan pada struktur bangunan warung.
Proses penyelesaian masalah ini segera ditangani melalui jalur mediasi di kantor kepolisian setempat. Langkah ini diambil agar kedua belah pihak dapat mencapai kesepakatan damai mengenai perbaikan kerusakan bangunan.