INFOTREN.ID - Penentuan hari baik dan perhitungan adat Jawa kembali menjadi sorotan seiring penetapan resmi kalender untuk tahun mendatang. Secara spesifik, tanggal 25 Mei 2026 menurut perhitungan Jawa akan bertepatan dengan hari Senin Pahing.
Penetapan ini merupakan hasil kompilasi data sinkronisasi waktu yang memadukan siklus matahari, bulan, serta putaran mingguan tradisional Jawa. Hari tersebut juga tercatat masuk dalam tahun Dal tahun Jawa 1959 Ja, dengan penanggalan adat 8 Besar.
Menurut data resmi dari laporan Tanggalans, hari Senin ini menandai dimulainya siklus pekan baru dalam kerangka perhitungan tanggalan Jawa. Perubahan ini menunjukkan adanya fase transisi wuku dari hari sebelumnya dalam sistem penanggalan adat tersebut.
Struktur penanggalan Jawa memiliki komponen unik yang berbeda dari kalender Masehi atau Hijriah, mencakup nama bulan adat, tahun Jawa, hingga perhitungan angka neptu. Perbedaan mendasar ini terletak pada perpaduan unsur lokal dan penyerapan sistem lunar Hijriah.
Metode penentuan nilai neptu didasarkan pada penjumlahan nilai hari Masehi dan nilai pasaran Jawa yang bersangkutan. Hal ini menjadi dasar penting bagi masyarakat yang mengaplikasikan perhitungan ini untuk keperluan adat dan analisis spiritual.
Untuk tanggal 25 Mei 2026, perhitungan neptu didapatkan dari penjumlahan nilai hari Senin (4) dan nilai pasaran Pahing (9). "Cara menghitung neptu weton" menghasilkan total angka 13 untuk weton Senin Pahing tersebut, kata Bima Aryo.
Pasaran Jawa berputar dalam siklus lima harian yang masing-masing memiliki karakteristik filosofis budaya tersendiri. Urutan pasaran ini adalah Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon yang menjadi acuan harian masyarakat adat.
Pemahaman mengenai "arti pasaran legi pahing pon wage kliwon" ini sangat mendasar bagi masyarakat dalam menentukan hari-hari yang dianggap sakral atau baik untuk berbagai upacara. Bulan Besar dalam kalender Jawa memiliki kedudukan yang setara dengan bulan Dzulhijah dalam kalender Islam.
Para praktisi adat sering melihat penanggalan ini sebagai panduan untuk menentukan "hari baik pindah rumah menurut hitungan Jawa" atau saat akan melaksanakan acara besar lainnya. Bulan Besar umumnya dianggap sebagai salah satu bulan yang suci dan baik untuk menggelar berbagai hajatan keduniawian.