DEPOK — Di tengah polemik yang belum mereda soal perbedaan perlakuan terhadap tahanan, sebuah langkah baru mulai dipertimbangkan oleh keluarga Immanuel Ebenezer, atau Noel.

Jika sebelumnya isu berfokus pada penolakan pengobatan, kini arah pembicaraan bergeser: permohonan tahanan rumah.

Dalam wawancara eksklusif Infotren pada Minggu malam (22/3/2026) di kediamannya di Depok, Silvia Harefa, istri Noel, untuk pertama kalinya membuka kemungkinan tersebut—meski dengan nada yang hati-hati.

“Kami sedang mempertimbangkan untuk mengajukan permohonan tahanan rumah,” ujarnya.

Momentum Paskah dan Harapan Keluarga

Pertimbangan itu tidak muncul tanpa konteks. Keluarga melihat momentum yang dianggap penting secara spiritual: Hari Raya Paskah yang jatuh pada 3 hingga 5 April mendatang.

Bagi Noel dan keluarganya, Paskah bukan sekadar perayaan keagamaan. Ia adalah momen berkumpul, beribadah, dan memperkuat ikatan keluarga—sesuatu yang, dalam situasi penahanan, menjadi nyaris mustahil.

“Kami berharap, kalau memang ada pertimbangan kemanusiaan, Noel juga bisa diberikan kesempatan yang sama untuk merayakan Paskah bersama keluarga,” kata Silvia.

Pernyataan itu disampaikan tanpa tekanan, tanpa nada konfrontatif. Namun justru di situlah kekuatannya: sebuah harapan yang disampaikan dengan tenang, tetapi mengandung implikasi besar.